al-quranMekkah al-Mukarramah, LiputanIslam.com – Otoritas Arab Saudi mengklaim pihaknya telah menarik cetakan al-Quran asal Iran yang diketahui cacat dan mengalami perubahan (muharraf) pada musim haji tahun ini. Otoritas Arab Saudi curiga ada lembaga-lembaga tertentu yang ingin mencoreng citra negara ini di tengah umat Islam dengan cara mengedarkan al-Quran muharraf.

Sebagaimana dilansir berbagai media Saudi, Direktur Jenderal Urusan Islam dan Wakaf Wilayah Mekkah al-Mukarramah, Salih al-Dasimani, mengatakan kepada surat kabar al-Eqtisadiah  terbitan Saudi Jumat lalu (10/10) bahwa melalui pemantauan selama musim haji telah ditemukan kasus adanya beberapa orang yang menjual al-Quran dengan harga yang sangat murah namun dengan cetakan dan tampilan yang bagus dan menarik.

Setelah diperiksa, lanjutnya, pada cetakan al-Quran itu ditemukan adanya kekurangan dan perubahan. Menurutnya, cetakan al-Quran itu berasal dari Iran dan dibawa oleh sebagian jemaah haji asal negara Republik Islam tersebut.

Dia menambahkan bahwa jumlah cetakan al-Quran yang bermasalah itu tidak banyak sehingga penyebarannya dapat dicegah dalam waktu singkat dan semua cetakan itu sudah ditarik dari para jemaah haji dan tempat-tempat penjualannya.

Mengenai motivasi di balik pengedaran cetakan al-Quran bermasalah itu, sebagaimana dimuat berbagai situs berbahasa Arab termasuk Almasryalyoum, Watan, Nourallah dan Altelescope dia berpendapat bahwa pelakunya bermaksud menebar anggapan bahwa di Arab Saudi terdapat al-Quran yang cacat dan mengalami perubahan.

Tuduhan otoritas Saudi terhadap jemaah haji Iran ini dibantah oleh pihak penyelenggara ibadah haji Iran. Najaf Najafi Rouhani selaku Wakil Pemimpin Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran pada rombongan jemaah haji Iran di Madinah al-Munawwarah kepada Iqna.ir mengatakan bahwa jamaah haji Iran selalu membawa al-Quran yang disertai terjemahan bahasa Persia dan diberikan oleh pihak penyelenggara.

“Jemaah haji Iran umumnya tidak membeli al-Quran di Mekkah ataupun Madinah,” katanya. Menurutnya, jemaah haji Iran tidak tertarik untuk membeli al-Quran di Saudi karena selain harganya mahal juga tidak disertai terjemahan bahasa Persia.

Tuduhan terhadap jemaah haji Iran ini mengemuka sementara kasus peredaran cetakan al-Quran muharraf juga pernah terjadi di Saudi belum lama ini dan tak ada hubungannya dengan Iran. Sebagaimana diberitakan harian Okaz, Arab Saudi, saat itu Gubernur (Amir) Mekkah al-Mukarraman, Mishaal bin Abdullah bin Abdulaziz al- Saud, mengumumkan bahwa pada tanggal 30 Juli 2014 pihak yang berwenang telah menarik peredaran cetakan al-Quran yang mengalami perubahan dari pusat-pusat perdagangan dan pasar-pasar di Jeddah.

Kasusnya saat itu juga mirip dengan kasus yang terjadi pada musim haji belakangan ini, yakni cetakan al-Quran bermasalah itu dijual dengan harga miring sementara covernya menarik dan terdiri atas aneka warna sehingga orang tertarik untuk membelinya tanpa memperhatikan dari mana asalnya. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL