Teheran, LiputanIslam.com – Menlu Iran Mohammad Javad Zarif mengecam tindakan Arab Saudi membuntuti Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi terhadap kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Lebanon.

Melalui akun Twitternya, Kamis (17/5/2018), Zarif menyinggung tragedi pembantaian warga Palestina oleh pasukan Zionis yang terjadi sebentar namun korbannya sangat banyak dalam peristiwa unjuk rasa damai massa Palestina di perbatasan Jalur Gaza-Israel pada Senin lalu.

“Penembak jitu Israel menembak lebih dari 2.000 demonstran Palestina yang tak bersenjata dalam satu hari,” tulisnya.

Dia menambahkan, “Tanggapan  Saudi menjelang #Ramadhan? Berkolaborasi dengan patron AS untuk memberi sanksi terhadap pasukan yang pertama kali membebaskan wilayah Arab dan menghancurkan mitos tak terkalahkan Israel. Sangat memalukan.”

Kementerian Keuangan AS pada Rabu lalu mengumumkan penjatuhan sanksi negara ini terhadap para petinggi Hizbullah, terutama sekjennya, Sayyid Hassan Nasrallah, dan wakilnya Syeikh Naim Qasim. Menyusul pengumuman ini, otoritas keamanan Saudi mencatumkan 10 tokoh Hizbullah dalam daftar teroris.

Sementara itu, harian Israel Hayom, Kamis, melaporkan bahwa Saudi menentang aksi unjuk rasa akbar warga Palestina sehingga bahkan berusaha keras untuk menghentikannya.

Mengutip keterangan sumber keamanan Mesir, Israel Hayom menyebutkan, “Arab Saudi sangat kecewa terhadap unjuk rasa itu, dan lebih dari itu Saudi juga kecewa terhadap laporan-laporan mengenai dukungan Iran kepada unjuk rasa itu dan berlanjutnya hubungan Hamas dengan Qatar.” (mm/rt/farsnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*