iran-saudiAbuDhabi, LiputanIslam.com –   Pemerintah Arab Saudi menginginkan hubungan yang terbaik dengan Iran, dan telah terjadi perubahan mencolok pada nada statemen Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir berkenaan dengan Iran. Demikian dilaporkan situs Akhbar al-Saah yang berbasis di Uni Emirat Arab dan dikutip kantor berita Iran, IRNA, Minggu (13/12).

Bersamaan dengan ini, Alalam melaporkan telah terjadi pertemuan antara Menteri Luar Negeri (Menlu) Saudi Adel al-Jubeir dan sejawatnnya dari Iran, Mohammad Javad Zarif, di Riyadh, ibu kota Saudi, untuk membicarakan hubungan bilateral dan isu-isu regional.

“Untuk pertama kalinya sejak menjabat menlu Arab Saudi, Adel al-Jubeir mengubah nada pembicaraannya terhadap Iran,” tulis Akbar al-Saah.

Menurut portal berita ini, al-Jubeir di halaman Twitternya menulis, “Kami menjalin hubungan terbaik dengan Iran.” Dia juga menyebut Iran sebagai negara Islam dan tetangga yang memiliki latar belakang sejarah dan peradaban yang besar.

Sebelumnya, al-Jubeir selalu melontarkan statemen-statemen pedas terhadap Iran, termasuk dengan mengatakan bahwa di mana Iran berpengaruh di situ pasti ada milisi.

Sementara itu, dalam wawancara dengan Alalam, Wakil Menlu Iran Hassan Qashqavi menyatakan telah dimulai dialog antara Iran dan Saudi mengenai hubungan bilateral kedua negara dan beberapa isu regional Timteng, dan dalam rangka ini bahkan telah terjadi pertemuan antara Javad Zarif dan al-Jubeir.

“Di samping pertemuan-pertemuan yang dilakukan Duta Besar Iran di Riyadh dengan para pejabat Kemlu Saudi, boleh dikata bahwa dialog antara Iran dan Saudi mengenai hubungan bilateral dan beberapa isu regional sudah dimulai,” ungkap Qashqavi.

Menurutnya, pertemuan antara Zarif dan al-Jubeir telah berjalan dengan baik, dan Saudi telah mengajukan nama duta besar barunya untuk Iran, sementara Iran sedang mempelajari berkas-berkasnya.

Dia menjelaskan bahwa Zarif telah menjumpai sejawatnya di Saudi dan beberapa petinggi Saudi lainnya di Riyadh dengan harapan dapat membukakan peluang bagi kerjasama yang lebih besar antara Iran dan Saudi.

Seperti diketahui, hubungan Saudi dengan Iran memburuk sejak Saudi diketahui mensponsori kelompok-kelompok teroris dalam Perang Suriah dan memimpin serangan militer ke Yaman. Hal ini kemudian diperparah oleh tragedi berdesakan pada musim haji di Mina yang menjatuhkan banyak korban jemaah haji Iran.

Namun demikian, seperti dikatakan Qashqavi, memburuknya hubungan ini tidak sampai memutuskan hubungan diplomatik kedua negara, dan kedutaan besar masing-masing tetap ada dan aktif. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL