Riyadh, LiputanIslam.com –  Kerajaan Arab Saudi menyatakan bahwa tiga pertemuan puncak yang akan diselenggarakan di Riyadh pada 20-32 Mei mendatang dalam kunjungan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke Saudi akan “mengubah aturan permainan.”

Dalam waktu dekat ini Saudi akan menjadi tuan rumah pertemuan puncak negara-negara Dewan Kerjasama Teluk (GCC) dan tiga pertemuan puncak lain Trump dengan Raja Saudi Salman Bin Abdulaziz, dengan para pemimpin negara-negara Arab Teluk, dan dengan para pemimpin negara-negara Arab dan Islam.

Pernyataan Saudi tersebut dilaporkan oleh situs khusus pertemuan puncak Arab Islam – AS yang baru diluncurkan oleh pemerintah Saudi, dan menurut Ray al-Youm pernyataan itu merupakan pesan tersendiri yang ditujukan kepada Iran.

Para pengamat menyebutkan bahwa tema pembicaraan pertemuan-pertemuan puncak Trump di Saudi akan mengarah pada apa yang disebut Saudi dan sekutunya “campur tangan Iran” dalam urusan regional Timteng.

Seperti diketahui, pada 3 Januari 2016 Saudi memutus hubungan diplomatiknya dengan Iran menyusul serangan para demonstran terhadap Kedutaan Besar Saudi untuk Iran di Teheran. Para demonstran saat itu berunjuk rasa mengutuk hukuman mati Saudi terhadap ulama Muslim Syiah Saudi Syeikh Nimr al-Nimr.

Hubungan Riyadh dengan Teheran juga memburuk akibat sejumlah peristiwa lain terutama program nuklir Iran dinilai Saudi mengancam keamanan kawasan, dukungan Teheran kepada Damaskus dalam perang Suriah, dan dukungannya kepada gerakan Ansarullah dalam perang Yaman.

Dalam beberapa hari terakhir Raja Salman telah melayangkan undangan kepada sejumlah pemimpin negara agar menghadiri pertemuan puncak Arab Islam – AS. Dia juga mengundang semua pemimpin negara Arab Teluk Persia agar menghadiri pertemuan ini maupun pertemuan puncak GCC –AS, dan kemudian kantor berita Saudi, SPA, melaporkan bahwa akan digelar pula perundingan lain antarnegara Teluk.

Kunjungan Trump ke Saudi akan menjadi kunjungannya yang pertama ke negara-negara Teluk sejak menjabat sebagai Presiden AS pada 20 Januari lalu, dan dari Saudi dia akan bertolak ke Israel dan Italia sehingga safarinya ini juga akan menjadi safari perdananya ke luar negeri yang dimulai dengan mendatangi negara Arab atau Islam. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL