Palestinian authority President Mahmoud AbbasRamallah, LiputanIslam.com – Ketua Otorita Palestina Mahmoud Abbas yang semula mendukung penuh operasi “Badai Mematikan” yang dilancarkan Saudi dan sekutunya terhadap Yaman akhirnya berubah sikap setelah Saudi mengumumkan penghentian operasi ini.

Sebagaimana dilaporkan al-Yaoum al-Sabea yang berbasis di Mesir, Mahmoud Abbas Rabu (22/4) menyatakan bahwa Otorita Palestina tidak mencampuri urusan internal negara lain, dan pemimpin Palestina tidak berpihak kepada siapapun dalam konflik internal negara Arab.

Statemen baru Mahmoud Abbas ini kontras dengan statmen dia pada 28 Maret lalu yang berisikan dukungan penuh kepada serangan Saudi ke Yaman. Ditujukan kepada Raja Salman bin Abdulaziz saat itu dia mengatakan, “Kami bersama Anda.” Ungkapan yang sama juga diucapkan untuk presiden pelarian Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi.

Selain itu, dalam Konferensi Tingkat Tinggi Liga Arab di Sherm el-Sheikh, Mesir, Abbas bahkan juga menyatakan bahwa operasi Badai Mematikan juga perlu dilancarkan di beberapa negara lain, termasuk Somalia, Suriah, Irak dan Palestina (Jalur Gaza).

Pernyataan Abbas mengenai Jalur Gaza ini tak pelak mengundang reaksi kecaman dari Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas. Kelompok pejuang Palestina di Jalur Gaza ini menegaskan bahwa Abbas tidak memiliki legitimasi di Palestina. Hamas juga menilai statemen itu berbahaya dan sejalan dengan tujuan rezim Zionis Israel.

Arab Saudi Selasa malam (21/4) mengumumkan penghentian operasi serangan udara bersandi “Badai Mematikan” yang sudah berjalan 27 hari dengan tujuan membela pemerintahan Mansur Hadi yang jatuh akibat revolusi rakyat yang digerakkan oleh gerakan Ansarullah. Serangan udara yang melibatkan 10 negara Arab ini telah menjatuhkan korban tewas sekitar 1,000 warga sipil, termasuk perempuan dan anak kecil, dan melukai sekitar 4,000 lainnya. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL