saudi tiran and sanafirRiyadh, LiputanIslam.com – Situs berita al-Watan belakangan mengangkat sebuah isu yang jarang mengemuka namun ternyata cukup krusial. Situs ini menyebutkan bahwa Rezim Zionis Israel telah menduduki dua pulau Tiran dan Sanafir milik Arab Saudi yang terletak di mulut Teluk Aqaba, Laut Merah, dan dengan demikian kontrol atas kawasan teluk ini praktis jatuh ke tangan Zionis.

Menurut al-Watan, sudah puluhan tahun Arab Saudi dan negara-negara Barat memilih bungkam soal pendudukan dua pulau yang masing-masing seluas 80 dan 33 kilometer persegi itu. Karena itu, banyak orang sebenarnya mempertanyakan mengapa Riyadh tidak menunjukkan upaya proaktif untuk merebut kembali dua pula itu dan menegakkan kedaulatannya di sana?

Pada tahun 1967, Saudi memegang kendali di sana tapi kemudian diserahkan oleh Raja Faisal kepada pemerintah Kairo supaya dalam perang enam hari melawan Israel Mesir dapat mencegah masuknya kapal-kapal Israel ke Pelabuhan Eilat, Israel, tapi ternyata dua pulau itu malah diduduki dan jatuh ke tangan Israel.

Al-Watan menambahkan bahwa usai perang dan setelah presiden Mesir saat itu, Anwar Sadat, menjalin perjanjian damai dengan Israel Kairo tidak bersedia memasukkan masalah pulau itu dalam perjanjian tersebut dengan alasan bahwa dua pulau adalah milik Arab Saudi. Anehnya, sejak itu sampai sekarang Riyadh tak berkutik sama sekali dalam masalah ini.

Sebagian kalangan mengatakan bahwa dua pulau itu sangat kecil sehingga Saudi tak berminat untuk mengajukan pengaduan terkait pendudukan Israel tersebut. Tapi kalangan lain menilai alasan itu tidak benar, sebab ketika berurusan dengan Yaman terkait kepulauan Hanish yang luasnya hampir sama dengan dua pulau tersebut Saudi malah berani bertempur mati-matian dengan Yaman.

Terlepas dari itu, lanjut al-Watan, pulau Tiran dan Sanafir sebenarnya sangat strategis karena menguasai keduanya sama dengan menguasai pintu masuk Teluk Aqaba yang merupakan satu-satunya jalur akses langsung Israel menuju Laut Merah. Karena itu, kata sebagian pengamat yang dikutip al-Watan, kebungkaman Saudi sangat membantu Israel menjangkau Laut Merah tanpa ada kendala apapun.

Di bagian akhir al-Watan menuliskan, “Kalaupun semua analisa tidak benar, tetap saja sangat aneh ketika sebagian besar orang Arab Saudi tidak mengetahui bahwa pulau-pulau itu adalah milik mereka yang diduduki oleh Israel, dan dalam hal ini para pejabat mereka sama sekali tidak berbuat tindakan apapun untuk merebutnya kembali dari tangan Israel.” (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL