Washington, LiputanIslam.com –   Arab Saudi yang selama ini dikenal sebagai negara terkemuka pengimpor rudal balistik mulai membangun pabrik rudal pertamanya di dekat kota pusat Al-Watah, demikian dilaporkan The Washington Post sembari mengutip keterangan para ahli, Rabu (23/1/2019).

The Washington Post mengutip pernyataan para ahli terkemuka yang menyebutkan bahwa citra satelit yang bertanggal November terlihat menunjukkan pabrik rudal balistik pertama Saudi yang berlokasi di pangkalan rudal yang terletak di dekat Al-Watah.

Hal itu dilaporkan menjadi penampakan pertama bahwa Saudi memroduksi senjata sendiri setelah sekian lama hanya mengimpor rudal balistik dari luar negeri.

Foto-foto itu ditemukan oleh Jeffrey Lewis, seorang ahli senjata nuklir di Middlebury Institute of International Studies di Monterey dan pendiri blog Arms Control Wonk, dan timnya.

Menurut The Washington Post, foto-foto itu mengungkap “kemungkinan Arab Saudi akan membangun rudal jarak jauh dan mencari senjata nuklir.” Lewis mengatakan, “Kita mungkin meremehkan keinginan dan kemampuan mereka.”

Temuan ini kemudian dikonfirmasi oleh Michael Elleman dari Institut Internasional untuk Kajian Strategi yang berbasis di London dan Joseph Bermudez dari Pusat Strategi dan Kajian Internasional yang berbasis di Washington.

Laporan media tentang pangkalan rudal balistik Saudi di Al-Watah pertama kali muncul dalam bentuk artikel yang diterbitkan pada Juli 2013 oleh Jane’s Defense Weekly. Situs itu mengungkapkan citra satelit yang tampak memperlihatkan situs-situs rudal permukaan-ke-permukaan yang sedang dibangun untuk mengakomodasi penyebaran rudal balistik jarak menengah Dongfeng DF-3A buatan Cina yang dibeli pada tahun 1980-an ketika diktator Irak Saddam Hussein memerangi Iran.

Menteri luar negeri Saudi tahun lalu mengancam bahwa negaranya akan membuat bom nuklir jika Iran bergerak untuk mengembangkan program senjata ini.

“Kami telah membuatnya sangat jelas bahwa jika Iran memperoleh kemampuan nuklir maka kami akan melakukan segala yang bisa untuk melakukan hal yang sama,” kata Adel al-Jubeir saat menjabat sebagai menteri luar negeri Saudi pada Mei 2018.

Ami Dor-On ahli nuklir senior Israel tahun lalu menyatakan ada laporan bahwa Riyadh membeli informasi dari Rezim Zionis Israel yang akan memungkinkannya mengembangkan senjata nuklir.

Pada Mei 2018 dia mengatakan  bahwa kerja sama dengan organisasi militer Israel iHLS itu berkemungkinan setelah terjadi perluasan hubungan antara Putra Mahkota Saudi Mohammad bin Salman dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dan merupakan indikasi dari perlombaan senjata nuklir yang muncul di kawasan. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*