Moskow, LiputanIslam.com –  Utusan khusus Presiden Rusia Alexander Lavrentiev menyatakan bahwa banyak negara yang semula bersikap keras terhadap pemerintah Suriah belakangan ini mengubah sikap tersebut.

Dalam wawancara dengan kantor berita Novosti milik Rusia, Kamis (28/12/2017), Lavrentiev bahkan menyebutkan nama negara Arab Saudi yang selama ini terdepan dalam memerangi pemerintahan Presiden Suriah Bashar Al-Assad.

Menurutnya, dalam sebuah konferensi di Riyadh, ibu kota Arab Saudi, delegasi Saudi justru berusaha membujuk kubu oposisi Suriah agar dalam statemen mereka tidak lagi menggunakan kalimat bahwa Al-Assad harus mundur.

“Saudi berusaha dengan sejujurnya mengembalikan kubu oposisi kepada kedewasaan mereka, dan berusaha meyakinkan mereka bahwa deklarasi tidaklah urgen memuat kalimat yang sedemikian mengusik otoritas (Suriah) yang ada dewasa ini,” ungkapnya.

Lavrentiev mengatakan bahwa banyak orang, termasuk Menlu Saudi Adel Al-Jubeir, mengimbau oposisi Suriah agar menghindari kalimat demikian agar perundingan di Jenewa untuk penyelesaian krisis Suriah dapat berjalan normal.  Hanya saja, lanjut Lavrentiev, “mereka tak berhasil.” (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL