tank saudiRiyadh, LiputanIslam.com – Arab Saudi dan Qatar dilaporkan telah mengirim ribuan pasukan tambahan berbekal senjata berat ke Yaman. Namun demikian, seperti dikabarkan Alalam, Senin (7/9), belum ada pernyataan resmi tentang ini dari kedua negara tersebut.

Berita pengiriman pasukan Saudi dan Qatar itu dilaporkan oleh koran Asharq al-Awsat. Disebutkan bahwa pasukan itu dikirim ke provinsi Marib, Yaman. 1000 personil tentara Qatar tiba di Yaman Minggu laluu (6/9) dengan mengerahkan 200 mobil lapis baja melalui pintu perbatasan al-Wadi’ah antara Yaman dan Saudi.

Menurut Asharq al-Awsat, Saudi telah menebar sejumlah pasukan di provinsi Marib yang belum lama ini diterjang rudal pasukan Yaman hingga menewaskan lebih dari 60 tentara Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi dan Bahrain.

Alalam menyebutkan bahwa perkembangan ini terjadi menyusul serangan rudal paling mematikan selama perang Yaman yang sudah berkobar sekian bulan tersebut.

Pasukan Sudan Akan Menyusul

Al-Yaman al-Ghad menyebutkan pernyataan sumber-sumber di Khortum, ibu kota Sudan, bahwa sebanyak 6000 tentara Sudan siap bergabung dalam operasi darat pasukan koalisi Arab pimpinan Saudi di Yaman.

Sebelumnya, berbagai sumber pemberitaan menyatakan bahwa rencananya pasukan Mesir, Maroko, Yordania, dan Kuwait juga akan dikirim Arab Saudi untuk kemudian masuk ke Yaman melalui pintu perbatasan al-Wadi’ah.

Juru bicara pasukan koalisi Arab menyatakan serangan rudal pasukan Yaman terhadap gudang senjata di Marib Jumat pekan lalu telah menewaskan 45 tentara UEA, 16 tentara Saudi, dan lima tentara Bahrain, serta melukai beberapa tentara lainnya.

Pemerintah UEA mengumumkan masa berkabung tiga hari atas terbunuhnya tentara UEA pada peristiwa tersebut.

Beberapa laporan menyatakan ada kemungkinan tentara UEA akan ditarik dari Yaman menyusul peristiwa tersebut. Karena itu, untuk memulihkan pamor pasukan koalisi, Saudi mendesak negara-negara Arab supaya menyumbang pasukan di Yaman.

Sementara itu, situs berita UAE 71 melaporkan ribuan warga UEA menggelar unjuk rasa menentang pengiriman pasukan negara ini ke Yaman serta menuntut supaya tentara UEA yang ada di Yaman segera ditarik.

Dalam aksi itu massa mengingatkan pemerintah bahwa Yaman bukan tidak mungkin akan menjadi kuburan bagi pasukan asing sebagaimana dulu terjadi di Vietnam bagi pasukan Amerika Serikat (AS).

Niwarawak AS Mulai Beraksi 

Pesawat nirawak AS untuk pertama kalinya melancarkan serangan udara terhadap pasukan Yaman.

Sumber-sumber militer Yaman menyatakan bahwa serangan nirawak yang menjadi perkembangan signifikan dalam perang Yaman itu terjadi di kawasan al-Tahil, distrik Sarwah, di barat kota Marib, dengan sasaran sebuah mobil milik tentara Yaman yang diparkir di bahu jalan. Serangan itu menghancurkan mobil itu dan merusak beberapa rumah penduduk di sekitarnya, namun tidak sampai menjatuhkan korban jiwa maupun luka.

Sumber-sumber itu menambahkan bahwa lokasi yang diserang itu bukan wilayah pertempuran antara tentara Yaman dan “pasukan bayaran Saudi”, dan pesawat-pesawat nirawak AS Senin kemarin banyak melintas di angkasa Marib.

Dilaporkan pula bahwa 12 warga sipil terbunuh dan 40 lainnya luka-luka terkena serangan Saudi terhadap kota Yarim, provinsi Ibb, sementara dua bayi juga terbunuh dan beberapa anggota tim medis di sebuah rumah sakit bersalin luka-luka akibat serangan udara Saudi.

Pasukan udara Saudi dan sekutunya yang tergabung dalam koalisi Arab menebar bom di Yaman sejak Maret lalu setelah pemerintahan presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi yang bersekutu dengan rezim Riyadh tersingkir oleh revolusi rakyat yang digerakkan oleh milisi Ansarullah (Houthi).

Riyadh bersumpah untuk menumpas Ansarullah dan memulihkan pemerintahan Hadi, namun sudah lima bulan milisi Ansarullah yang didukung tentara Yaman terus bertahan melawan serangan yang telah menjatuhkan ribuan korban jiwa, termasuk kaum perempuan, anak kecil dan lansia, tersebut. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL