saud al-faisalRiyadh, LiputanIslam.com – Menteri Luar Negeri Arab Saudi Saud al-Faisal menyatakan Iran jangan sampai mendapatkan “transaksi yang tak layak baginya” dalam perundingan nuklir dengan negara-negara yang tergabung dalam Kelompok 5+1 (lima anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa PBB plus Jerman). Pernyataan senada juga dikemukakan oleh Menteri Urusan Strategi Israel Yuval Steinitz.

Sebagaimana dilaporkan Alalam, Senin (23/3/2015), dalam konferensi pers bersama sejawatnya dari Inggris, Philip Hammond, al-Faisal menekankan keharusan menempuh tindakan yang “menjamin bahwa proyek nuklir Iran berubah menjadi senjata nuklir yang pada gilirannya akan menjadi ancaman bagi keamanan regional dan global”.

Dia juga mengatakan bahwa negaranya dan Inggris telah mendiskusikan masalah perundingan nuklir Iran dan soal kemungkinan ambisi nuklir Iran berubah menjadi ancaman.

Pernyataan al-Faisal mengenai negosiasi nuklir Iran itu dikemukakan bersamaan dengan pernyataan Menteri Urusan Strategi Israel Yuval Steinitz bahwa Kelompok 5+1 sudah semakin mendekati “kesepakatan buruk” mengenai ambisi nuklir Iran.

“Kami kira, itu akan menjadi buruk, kesepakatan yang tak memadai,” katanya kepada Reuters dalam wawancara menjelang pertemuannya dengan para pejabat Perancis di Paris.

“Sayang sekali, hal itu tampak sangat mungkin akan terjadi,” lanjutnya.

Dia juga mengingatkan Amerika Serikat (AS) supaya tidak melakukan kesalahan fatal dengan memberikan kesempatan kepada Iran untuk menjadi negara besar dalam perang melawan ISIS, sementara Iran sendiri memelihara ambisi nuklir.

Sementara itu, juru bicara Gedung Putih Josh Earnest menyatakan bahwa kesepakatan nuklir yang mungkin akan tercapai antara Kelompok 5+1 dan Iran tidak berarti bahwa semua kekhawatiran AS terhadap Iran akan teratasi.

Hal itu dia kemukakan sebagai tanggapan atas pernyataan senator dari Texas, Ted Cruz, bahwa jika dia kelak terpilih sebagai presiden AS maka dia akan menghapus layanan kesehatan yang dicanangkan Presiden AS Barack Obama yang kemudian tenar dengan sebutan “ObamaCare”. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*