mekkah 3Beirut, LiputanIslam.com –  Sumber-sumber di Rusia menyatakan bahwa rezim Riyadh dan Washington bermaksud melancarkan aksi serangan di tempat-tempat suci di Mekkah al-Mukarramah. Menurut laporan situs berita al-Khabar Press yang berbasis di Lebanon, sumber-sumber itu mengatakan bahwa serangan teror berupa peledakan bom direncanakan dengan tujuan menjadikan musuh-musuhnya di Yaman sebagai kambing hitam.

“Dinas rahasia Rusia telah mengungkapkan rencana AS dan Saudi Arabia membidik (Masjid) al-Haram Mekkah dan  kawasan sekitarnya dengan roket untuk kemudian menuding Yaman sebagai pelakunya agar menjadi alasan di depan dunia, dan bangsa-bangsa Islampun bersedia mengirim pasukan dan petempur anti orang-orang Yaman dengan dalih membela Tanah Suci,” tulis al-Khabar Press, Jumat (29/5).

Menurut media ini, para pakar militer tidak menepis kemungkinan Saudi dan AS bertindak sedemikian keji, terutama setelah banyak negara Arab dan Islam menolak mengirim pasukan untuk berpartisipasi dalam serangan darat ke Yaman.

Mereka mengatakan bahwa kemenangan dan keunggulan tentara Yaman di darat sangat berpotensi mendorong Saudi -dengan dukungan AS- melakukan kejahatan anti kesucian Islam itu, sebab aksi pemboman yang dilakukan pasukan koalisi pimpinan Saudi di Yaman terbukti menyalahi segala norma, etika dan moral karena banyak korbannya adalah kaum perempuan dan anak kecil yang tak berdaya, apalagi senjata yang digunakan masuk dalam kategori terlarang.

Tentara Saudi vs Tentara Yaman

Al-Khabar Press juga mengutip pernyataan petinggi Angkatan Bersenjata Jerman dalam wawancara dengan surat kabar Forex bahwa tentara Saudi tidak akan dapat bertahan lebih dari 40 hari jika berperang dengan tentara Yaman.

Yemeni Press dan beberapa media Yaman lain beberapa hari sebelumnya juga memberitakan pernyataan petinggi militer Jerman itu. Disebutkan bahwa dia menilai tentara Saudi tidak memiliki kemampuan untuk berperang terbuka, apalagi tentara Saudi tak pernah terlibat perang, sedangkan tentara Yaman sudah kenyang dengan banyak pengalaman perang saudara.

Menurutnya, meskipun berbekal banyak peralatan tempur canggih, tentara Saudi tidak akan dapat bertahan lebih dari 40 hari melawan tentara Yaman yang berbekal peralatan tempur apa adanya. Saudi hanya bisa mengandalkan serangan udara yang tidak akan mempengaruhi peta pertempuran. Karena itu dia menyarankan rezim Saudi supaya segera mendatangkan pasukan asing dari Afrika, atau jika tidak maka sebaiknya Saudi menyudahi perangnya terhadap Yaman.

Saudi Ingin Beli Mantan Presiden Yaman 

Mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh dalam wawancara dengan TV al-Mayadeen mengaku ditawari dana jutaan dolar AS agar dia bersedia berkoalisi dengan Riyadh dan kelompok Ikhwanul Muslimin di Yaman.

Dia mengakui berselisih pendapat dengan pemimpin milisi Ansarullah (Houthi) Abdel Malik al-Houthi, namun dia menegaskan bahwa perselisihan itu sebatas urusan administrasi kenegaraan, bukan urusan ideologis.

Dia menambahkan bahwa tanpa berkoalisi dengan Ansarullahpun pihaknya sudah terikat perjanjian dengan milisi ini. Sedangkan kelompok Ikhwanul Muslim, menurutnya, adalah salah satu komoditas dan produk Wahabisme.

Sementara itu, al-Mayadeen melaporkan terjadinya pertempuran sengit antara tentara Yaman dan pasukan rakyat yang terafiliasi dengan Ansarullah di satu pihak dan tentara Saudi di pihak lain di provinsi Jizan dan Najran di bagian selatan Arab Saudi, Jumat (29/5)

Bersamaan dengan ini, tentara Yaman dan Ansarullah juga terlibat kontak senjata intensif melawan para pendukung presiden pelarian Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi di kawasan al-Mamdarah, Dar Said, dan Jaulah di provinsi Aden di selatan Yaman, sementara beberapa jet tempur Saudi melancarkan empat kali serangan terhadap beberapa rumah di kawasan al-Ashraf, Yaman. Tak ada keterangan mengenai akibat pertempuran di berbagai lokasi tersebut. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL