saudi dan kuwaitKuwaitCity, LiputanIslam.com – Pemerintah Arab Saudi mengancam akan memutuskan hubungan dengan Kuwait yang notabene negara jiran dan sekutunya sendiri, karena ada anggota parlemen Kuwait yang membuat pernyataan dukungan kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad. Demikian dilaporkan koran al-Qabas terbitan Kuwait, Selasa (15/3).

Sebelumnya Reuters melaporkan bahwa anggota parlemen Kuwait Abdul Hamid Dashti dalam wawancara dengan sebuah channel Suriah pada Februari lalu menyatakan harapannya supaya faham Wahabisme diberantas, tanpa menyebutkan nama Arab Saudi yang sudah dikenal sebagai negara berfaham Wahabisme.

Pernyataan Dashti mendapat kecaman dari berbagai pihak, termasuk di Kuwait sendiri sehingga parlemen Kuwait dewasa ini sedang mempelajari pencabutan hak imunitas atau kekebalan hukum Dashti sebagai wakil rakyat.

Menurut al-Qabas, Kedutaan Besar (Kedubes) Saudi di Kuwait telah menyerahkan nota protesnya kepada pemerintah Kuwait atas pernyataan Dashti yang disebutnya sebagai aksi campurtangan dalam urusan internal Saudi.

Dalam nota protes itu dinyatakan bahwa pernyataan Dashti itu berdampak negatif pada hubungan persaudaraan dan historis, dan “bahkan tidak tertutup kemungkinan dapat memutuskan hubungan diplomatik kedua negara.”

Ketua parlemen Majelis Umat Kuwait Marzouk al-Ghanim menyatakan penghinaan terhadap negara-negara Arab di Teluk Persia tak ubahnya dengan penghinaan terhadap emir Kuwait Sabah al-Ahmad al-Jaber al-Sabah.

Kedubes Saudi di Kuwait juga memperkarakan Dahsti ke ranah pengadilan karena dia dinilai telah mengritik dukungan rezim Riyadh kepada Wahabisme.
Dashti dikenal sebagai pendukung al-Assad dan getol membuat pernyataan anti terorisme. Belum lama ini dia juga mengadakan pertemuan dengan al-Assad. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL