London, LiputanIslam.com –  Beberapa bocoran informasi memastikan bahwa hubungan Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri dengan Kerajaan Arab Saudi memburuk dalam beberapa bulan terakhir. Celakanya lagi, hubungan itu memburuk karena Hariri menjalin hubungan dengan Turki untuk menggeser posisi Saudi bagi pemerintahan Hariri, dan hal ini terindikasi dari kunjungannya berulangkali ke Turki dalam beberapa waktu terakhir.

Laman surat kabar online Elaph yang berbasis di London menyebutkan keterangan narasumber anonim Saudi bahwa seorang pejabat tinggi negara ini telah menghubungi seorang menteri Lebanon yang dekat dengan Hariri dan memberi peringatan keras kepadanya.

“Kebergegasan (Hariri) belakangan ini ke Turki akan membuatnya membayar harga mahal,” bunyi peringatan itu.

Dilaporkan bahwa rezim Saudi pernah memanggil Hariri ke Riyadh kemudian mendiktenya supaya membuat pernyataan tertulis pengunduran dirinya dari jabatan perdana menteri Lebanon untuk dibacakan di TV Al-Arabiya dengan dalih memburuknya perkembangan situasi politik dan keamanan di Lebanon.

Saat itu Saudi menahan Hariri sehingga dia baru dapat meninggalkan Riyadh setelah Presiden Perancis Emmanuel Macron campur tangan dengan mengancam akan mengadukan Saudi kepada Dewan Keamanan PBB.

Saudi kemudian menghentikan bantuan finansialnya kepada Hariri dan partainya, Al-Mustaqbal, setelah dia kembali ke Lebanon dan menarik pernyataan pengunduran diri tersebut.

Hubungan Saudi dengan Turki memburuk setelah Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir tiba-tiba serempak memusuhi dan memboikot Qatar, dan Turki berpihak kepada Qatar dan bahkan siap melindunginya dari kemungkinan serangan militer mereka. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*