Riyadh, LiputanIslam.com –   Kerjaan Arab Saudi mengancam Kanada dan Belanda terkait dengan usulan di dewan HAM PBB untuk pengiriman tim pencari fakta internasional dan independen ke Yaman untuk menyelidiki berbagai pelanggaraan yang dilakukan oleh pasukan koalisi pimpinan Saudi di Yaman.

Negara-negara anggota di PBB kemungkinan akan melakukan pemungutan suara pada Kamis (28/9/2017) mengenai pembentukan tim ini.

Dalam beberapa pekan terakhir sebanyak 67 lembaga swadaya masyarakat (LSM) regional, internasional, dan lokal Yaman sendiri mendesakD HAM PBB melakukan penyelidikan independen mengenai pelanggaran HAM dan hukum humaniter di Yaman, dan usulan untuk ini kemudian diajukan oleh Kanada, Belanda, dan Cina.

Menurut Associated Press, Saudi dalam sebuah suratnya menyatakan “Riyadh mengingatkan bahwa keputusan Kanada dan Belanda di Dewan HAM dapat berdampak negatif pada hubungan dagang dan diplomatik keduanya dengan Riyadh.”

Para diplomat Kanada dan Belanda menyatakan negara masing-masing telah menerima surat dari Kerajaan Arab Saudi tersebut.

Belanda dan Kanada telah mengungkap adanya draf keputusan yang menyerukan pembentukan tim pencari fakta internasional independen untuk menjamin “penindakan terhadap para pelaku pelanggaran dan agresi, termasuk para pelaku kejahatan perang dan kejahatan HAM.”

Pada 13 September 2017 Cina menyinggung kesiapannya mendukung pelaksanaan penyelidikan internasional atas berbagai tragedi yang terjadi di Yaman sebagaimana yang diminta oleh Komisaris Tinggi HAM PBB, tapi Saudi dan Amerika Serikat menyatakan tidak mendukung gagasan ini.

Sumber PBB mengatakan bahwa Inggris juga memanfaatkan posisinya di Dewan HAM untuk menggagalkan pembentukan tim pencari fakta ini.

Benjamin Horton, pakar ternama AS, mengatakan, “Mengapa Saudi selalu saja kabur dari penyelidikan? Apa yang mereka takutkan? Jawabannya jelas, yaitu bahwa perang Saudi yang mengerikan terhadap Yaman telah berlangsung sekian lama dan membunuh ribuan orang, menghancurkan infrastruktur dan ekonomi negara, menyebabkan merebaknya wabah kolera, dan menciptakan tragedi kemanusia terburuk di dunia.” (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL