bom cluster di yamanRiyadh, LiputanIslam.com – Juru bicara pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi Ahmad Assiri mengakui pihaknya telah menggunakan bom cluster di Yaman sebagaimana yang telah dilaporkan sebelumnya oleh organisasi pengawas HAM internasional, Human Rights Watch (HRW).

“Bom-bom yang dinyatakan HRW sebagai senjata terlarang yang telah digunakan oleh Riyadh telah dijual oleh Amerika Serikat kepada kami,” ungkap Assiri, sebagaimana diberitakan oleh CNN Bahasa Arab dan dikutip IRNA, Senin (4/5).

Saat ditanya mengenai kecaman HRW terhadap penggunaan bom jenis CBU-105 oleh Saudi di Yaman itu dia membela diri dengan menyatakan bahwa lokasi-lokasi yang dijadikan sasaran serangan adalah fasilitas militer di Yaman.

“Bom-bom ini digunakan untuk menyerang fasilitas perang. Kami mengakui, namun kami tidak menggunakannya terhadap manusia, kami tidak memakainya untuk menyerang kota-kota,” paparnya. Dia menepis laporan HRW bahwa itu tergolong senjata terlarang. “Jika bom ini ilegal, lantas mengapa AS menjualnya?” kata Assiri.

Dia juga menyangsikan sumber data-data yang dikemukakan oleh HRW. “Data-data ini didapat dari Houthi,” katanya. Dia menambahkan, “Kami menyambut baik seandainya HRW menghubungi kami. Kami akan menghormatinya, tapi sekarang kami meminta HRW supaya bertindak netral.”

Sebagaimana pernah diberitakan sebelumnya, Organisasi HRW menyatakan ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa bom-bom cluster digunakan setidaknya dua kali dalam serangan terhadap kelompok Ansarullah (Houthi) di Yaman. (Baca: HRW Tuduh Saudi Gunakan Bom Cluster di Yaman)

Sementara itu, Raja Salman dari Arab Saudi dikabarkan telah mengungkapkan kekecewaannya atas sikap Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi terkait krisis Yaman.

Laman al-Waght menyebutkan bahwa dalam pertemuan dengan Duta Besar Mesir untuk Arab Saudi, Afifi Abdel Wahab, Raja Salman menyatakan negaranya telah kehilangan muka di mata bangsa-bangsa Arab setelah Mesir enggan terlibat dalam serangan darat ke Yaman.
Dia juga mengingatkan bahwa el-Sisi seharusnya tidak keberatan mengirim pasukan militer ke Yaman sebagai balasan atas bantuan-bantuan yang telah diberikan Saudi kepada el-Sisi, termasuk berkenaan dengan keberhasilannya berkuasa di Mesir. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL