AlQuds, LiputanIslam.com –  Rezim Zionis Israel, Jumat (1/12/2017),  mengerahkan ratusan polisinya untuk memburu pelaku penikaman yang menewaskan satu tentara Israel di kota Al-Quds (Yerussalem) sehari sebelumnya. Di hari yang sama satu warga Palestina gugur ditembak imigran Zionis di Tepi Barat hingga terjadi bentrokan antara warga Palestina dan pasukan Israel.

Juru bicara kepolisian Israel Micky Rosenfeld menyatakan satuan-satuan polisi perbatasan dilibatkan dalam operasi pemburuan pelaku “serangan teror” di Al-Quds tersebut, dan telah adakan pos-pos pemeriksaan di Arab, selatan Israel, dan sekitarnya.

Dia menambahkan bahwa tentara Israel yang, menurut media, berusia 19 tahun itu tewas terkena tikaman di bagian atas tubuhnya. Regu penyelamat  menyebutkan bahwa dia ditemukan dalam keadaan sekarat di dekat sebuah halte bus.

Kantor Kepresidenan Israel menyebutkan tentara yang tewas itu bernama Ron Isaac Kukia. Presiden Israel Reuven Rivlin menegaskan, “Kami tidak akan memperkenankan para teroris mengangkat kepalanya. Kami akan terus memerangi mereka tanpa henti dengan kekuatan dan keputusan.”

Otoritas Israel tidak menyebutkan alasan mengapa insiden itu dinyatakan sebagai serangan teror.

Israel, Al-Quds, dan dan berbagai wilayah pendudukan lainnya dilanda kekerasan sporadis sejak Oktober 2015 hingga menggugurkan 309 orang Palestina di sedikitnya 48 kawasan, dan menewaskan 51 orang Israel dan tujuh warga negara asing, menurut catatan AFP.

Pihak Israel menyebutkan bahwa sebanyak hampir 430,000 imigran Zionis tinggal di Tepi Barat yang dihuni oleh 2,6 juta warga Palestina.

Sementara itu, warga Palestina terlibat bentrokan dengan pasukan Zions di desa Qasrah di selatan kota Nablus, Tepi Barat, usai shalat Jumat yang diikuti oleh ribuan warga Muslim Palestina kemarin.

Bentrokan terjadi sebagai buntut insiden gugurnya satu warga Palestina, Ahmad Awdah, akibat tembakan imigran Zionis beberapa jam sebelumnya, sementara jenazah Awdah masih ditahan oleh aparat Israel.

Tentara Israel melepaskan tembakan gas air mata ke arah jemaah setelah shalat Jumat usai, dan menyebar pasukan dalam jumlah besar di kawasan sekitar.  Sekira 35 orang menderita sesak nafas akibat gas tersebut.

Desa Qasrah sudah berulangkali mendapat serangan dari para imigran Zionis yang tinggal di kawasan sekitarnya.  (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL