Moskow, LiputanIslam.com –  Satu rudal yang dilesatkan oleh angkatan udara Rusia dilaporkan telah menewaskan 22 komandan pasukan teroris Jabhat al-Nusra, cabang al-Qaedah di Suriah. Bersamaan dengan ini Menlu Rusia menyatakan pihaknya memantau pergerakan tentara AS di sekitar perbatasan selatan Suriah.

Disebutkan bahwa serangan udara itu menerjang para komandan Jabhat al-Nusra yang sedang menggelar pertempuan di sebuah lokasi yang mereka duga aman dari pantauan.

Sebelum serangan udara itu para agen intelijen militer Rusia mendapatkan informasi mengenai pertemuan tersebut dari para anggota kelompok yang menamakan dirinya Ahrar Sham.

Serangan itu terjadi di sekitar distrik Jasr al-Thughour, provinsi Idlib, bagian barat laut Suriah, pada tanggal 10 April lalu.

Beberapa media Rusia menayangkan video berdurasi 47 detik yang merekam serangan udara tersebut. Dalam video yang direkam dari angkasa ini terlihat sebuah bangunan menyendiri di simpang tiga jalan kecil sebuah desa meledak dan hancur. Tak ada keterangan lebih lanjut maupun tenggapan pihak al-Nusra tentang serangan ini.

Sementara itu, Menlu Rusia Sergey Lavrov menyatakan negaranya memantau dari dekat adanya pengerahan sarana militer yang terjadi di kawasan perbatasan Suriah.

Dalam jumpa pers usai pembicaraan dengan sejawatnya dari Suriah, Walid Moallem, dan Iran, Mohammad Javad Zarif, di Moskow, Jumat (14/4/2017), Lavrov mengatakan, “Kami memantau berita-berita tentang ini, dan berusaha memahami apa yang terjadi. Sejauh ini apa yang mereka jelaskan kepada kami secara informal ialah bahwa pengerahan sarana militer itu ditujukan untuk memutus jalur antara Suriah dan Irak bagi kelompok teroris ISIS. “

Dia menambahkan, “Kami akan terus memantau masalah ini, karena penggunaan kekuatan militer di Suriah tidak bisa dilakukan kecuali untuk memerangi teroris.” (mm/rt/interfax)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL