Ramallah, LiputanIslam.com – Satu remaja Palestina gugur syahid di tangan pasukan Zionis Israel dalam aksi unjuk rasa warga Palestina anti-Israel di kamp pengungsi al-Jalazun, Ramallah, Tepi Barat,  Jumat (14/12/2018).

Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan bahwa korban adalah Mahmoud Nakhleh, 18 tahun, yang diterjang peluru tajam di bagian di perut.

Kantor berita Palestina, Maan, melaporkan bahwa tentara Israel menembak Nakhleh dari jarak kurang dari 10 meter, dan mereka semula mencoba menahan Nakhleh namun tim paramedis Palestina akhirnya berhasil mengevakuasinya setelah terhalang selama lebih dari 30 menit.

Remaja untuk menghembuskan nafasnya setelah dilarikan rumah sakit.

Fadwa Safi, waga kamp Jalazun, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa tentara Israel menyeret dan memukuli Nakhleh yang mengalami luka tembak.

“Saya melangkah keluar dari rumah saya, dan kemudian saya melihat mereka membawa dan memukulinya ketika dia terluka. Empat tentara menyeretnya dan ada sekitar tujuh tentara tambahan yang berjalan bersama mereka,” ujar Safi.

Dia melanjutkan, “Saya mengejar mereka. Mereka melemparkan granat suara ke arah saya dan mengatakan kepada saya agar pulang,  tapi saya mengatakan tidak akan pergi. Saya ingin anak itu karena dia masih hidup, masih bernapas dan bergerak. Mereka menghempaskannya ke tanah. ”

Safi mengatakan ambulan sudah ada tapi tentara Israel semula melarangnya masuk ke kamp.

Sembari menangis Safi melanjutkan, “Satu tentara mengarahkan senjatanya kepada saya. Saya bilang kepadanya, ‘Tembak aku, aku mau anak itu’. Saya berharap bisa menyelamatkannya tapi tidak bisa. Saya senang ketika saya membawanya (karena saya mengira) dia bisa diselamatkan. Saya tidak tahu dia sedang sekarat.”

Ramallah ditutup secara total tentara Israel, Kamis, menyusul serangan pejuang Palestina yang menewaskan dua tentara Israel di dekat pemukiman Zionis Ofra.

Sebagian besar pos pemeriksaan dibuka kembali pada hari Jumat, tapi pasukan Israel tetap dikerahkan di pinggiran Ramallah dan melakukan serangan sporadis ke al-Bireh sehingga warga Palestina memprotes keberadaan mereka.

Menurut Klub Tahanan Palestina, pasukan Israel telah menangkap setidaknya 100 orang Palestina dalam 24 jam terakhir.

Empat warga Palestina gugur di tangan pasukan Israel dalam operasi terpisah pada hari Rabu dan Kamis sore lalu.

 

Protes terhadap tentara Israel berlanjut di Tepi Barat. Di desa al-Lubban al-Gharbiyeh dekat Nablus, seorang pemuda Palestina terluka di bagian matanya diterjang peluru berlapis karet.

Protes lainnya terjadi di desa Taqu’a sebelah timur Bethlehem dan Hebron, di mana puluhan orang cidera terkena gas air mata dan peluru karet. (mm/aljazeera)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*