tentara iran (foto: presstv)

tentara iran (foto: presstv)

Teheran, LiputanIslam.com – Wakil Gubernur Propinsi Sistan Balucistan, Iran, Ali Asghar Mirshekari membenarkan berita keterbunuhan satu di antara lima petugas penjaga perbatasan Iran yang disandera oleh kelompok teroris yang menamakan dirinya Jays al-Adl (Pasukan Keadilan).

Kepada IRNA Senin (25/3) Mirshekari mengatakan, “Hasil penyelidikan membenarkan mengenai berita kesyahidan satu di antara lima pasukan penjaga perbatasan Iran.” Dia menambahkan bahwa korban yang terbunuh bernama Jamshid Danaifar dan merupakan satu-satunya perwira di antara lima korban penyanderaan.

Kelompok teroris Jays al-Adl menyandera lima pasukan penjaga perbatasan Iran di kawasan perbatasan Jakigour di Sistan Balucistan bagian selatan 6 Februari lalu kemudian membawa mereka masuk ke dalam wilayah Pakistan. Minggu malam (23/3) kelompok itu mengaku telah membunuh Jamshid Danaifar.

Musa Danaifar, adik Jamshid Danaifar, mengatakan bahwa kakaknya tersebut bertugas sebagai pasukan penjaga perbatasan sejak tiga tahun silam, telah menikah dua tahun lalu dan dianugerahi seorang satu anak yang baru berusia beberapa hari sehingga belum pernah melihat anaknya.

Sebelum berita pembunuhan itu dibenarkan, Deputi Menteri Dalam Negeri Iran Hosseinali Amiri dalam wawancara dengan Farsnews mengatakan pihaknya menanti statemen resmi pemerintah Pakistan soal ini. Dia juga menyebutkan bahwa proses perundingan diplomatik antara Iran dan Pakistan akan mengalami kesulitan apabila berita tersebut benar. “Jika kabar itu benar,” ujarnya, “maka proses perundingan diplomatik antara Iran dan Pakistan mengenai masalah ini akan mengalami kesulitan.”

Saat itu Amiri mengaku pihaknya belum meyakini kebenaran berita itu. “Meskipun para pejabat daerah Sistan Balucistan mengatakan besar sekali kemungkinan petugas penjaga perbatasan Iran telah gugur syahid, namun hingga kini kami masih belum mendapatkan petunjuk yang kuat dan meyakinkan,” tutur Amiri. Menurutnya, jika berita itu benar maka ini akan sangat berdampak negatif pada proses perundingan Iran-Pakistan karena para sandera Iran telah dibawa lari ke Pakistan dan selama ini berada di wilayah Pakistan. (mm/irna/farsnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL