Turki bin Abdulaziz al-Jasser

Teheran, LiputanIslam.com –  Seorang jurnalis dilaporkan meninggal akibat penyiksaan saat mendekam dalam penjara Saudi ketika kerajaan konservatif kaya minyak ini sedang terbelit kasus yang mendunia terkait dengan pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Kelompok Narapidana Nurani, yang merupakan LSM peduli kondisi HAM di Saudi, di halaman Twitter resminya menyebutkan bahwa jurnalis bernama Turki bin Abdulaziz al-Jasser kehilangan nyawanya akibat  penyiksaan berat yang dia alami selama menjalani pemeriksaan di dalam penjara.

Otoritas Saudi mengklaim bahwa Jasser mengelola akun Twitter Kashkool atau @calouche_ar, yang mengungkapkan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh pejabat tinggi dan anggota keluarga kerajaan Saudi.

Beberapa sumber melaporkan bahwa pihak berwenang Saudi menemukan identitas asli Jasser setelah sebuah tim mata-mata cyber Kerajaan menyusup ke markas Twitter di Dubai, Uni Emirat Arab.

Tim ini merupakan bagian dari apa yang oleh Saud al-Qahtani, mantan kepala penasihat Putra Mahkota Mohammed bin Salman, disebut sebagai “pasukan online Saudi”. Konon, al-Qahtani adalah arsitek kampanye media sosial anti pengkhotbah, intelektual, dan warga yang kritis terhadap Kerajaan.

Al-Qahtani, yang dipecat karena kasus pembunuhan Khashoggi, di halaman Twitternya pada bulan Agustus 2017 mengancam bahwa nama palsu di Twitter tidak akan melindungi para pengguna akun yang kritis terhadap keluarga kerajaan Saudi. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*