tentara israel01GazaCity, LiputanIslam.com – Beberapa sumber Israel mengakui satu lagi tentara Zionis tewas dalam pertempuan dengan para pejuang Palestina di wilayah selatan Jalur Gaza, demikian dilaporkan Falastin al-Youm, Sabtu (19/7).

Serdadu Zionis itu tewas akibat serangan beberapa roket pejuang Palestina yang menerjang posisi militer Israel di Kissufim di selatan Jalur Gaza. Brigade al-Qassam, sayap bersenjata Hamas, menyatakan bertanggungjawab atas serangan dua roket 107 ke Kissufim Sabtu pagi serta peledakan tank Merkava di timur kota Khan Younis.

Beberapa media Israel Jumat (18/7) juga mengakui dua tentara Zionis tewas dalam pertempuran yang terjadi beberapa lokasi yang di kawasan utara dan selatan Jalur Gaza. Menyusul terjadinya kebocoran berita itu otoritas militer Israel memblokir beberapa situs pemberitaan Israel.

Juru Bicara Brigade al-Qassam, Abu Ubaidah, Jumat (18/7) sore menyatakan pihaknya siap berperang untuk jangka waktu lama dengan Israel.

“Kami telah menyiapkan diri untuk perang berkepanjangan dengan rezim pendudukan. Musuh sudah mengetahui sebagian persiapan itu dan tidak mengetahui sebagian lainnya. Sungguh, nafas kami lebih panjang dan lebih bersikukuh untuk menyukseskan tujuan-tujuan kami yang sah,” ungkap Abu Ubaidah di TV al-Aqsha milik Hamas.

“Dalam keadaan miskin, lapar, tak berdaya dan terblokade kami berhasil membuat roket-roket dan pesawat-pesawat nirawak sebagaimana telah disaksikan dunia. Industri militer al-Qassam telah memroduksi seperempat juta bom untuk diserahkan kepada para pemuda bangsa kami agar digunakan sebagai pengganti batu untuk merajam pasukan penjajah,” lanjutnya sembari memastikan bahwa di Gaza masih ada ribuan pejuang yang menunggu kesempatan untuk ikut berjihad.

Dia juga menegaskan bahwa Tel Aviv sengaja menyembunyikan data-data korban yang berjatuhan di Israel akibat serangan pejuang palestina.

“Pihak musuh yang bodoh dan terguncang terus mengubur korban yang tewas, menyembunyikan data korban luka, dan merahasiakan kerugian besar yang dideritanya dalam perang ini. Tapi kami tidak terlalu peduli dengan masalah ini, sebab kami mengetahui serangan kami menyakitkan penjajah. Kami akan terus menggempur musuh di semua tempat sampai mereka mengakui hak-hak kami dan menghentikan agresinya terhadap bangsa kami, Palestina,” tegas Abu Ubaidah.

Israel Kamis (17/7) sore memulai serangan darat ke Jalur Gaza dengan alasan demi menghancurkan “terowongan-terowongan teroris” yang masuk dari Jalur Gaza menuju wilayah Israel. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL