bahrain policeManama, LiputanIslam.com– Satu lagi pemuda dilaporkan tewas di tangan aparat keamanan Bahrain terkait unjuk rasa pro-demokrasi. Pemuda bernama Hussain Ahmad Sharaf, 20 tahun, itu tewas akibat dua ledakan ketika dikejar polisi dan lari ke rumahnya di desa Eker, dekat Manama, Selasa (02/04). Pemuda itu menderita luka parah akibat ledakan lalu meregang nyawa setelah polisi tidak mengizinkan ambulan dan mobil pemadam kebakaran mendekati rumahnya.

Sejak 14 Februari 2011 berbagai tempat di Bahrain dilanda gelombang demonstrasi damai pro demokrasi menuntut keluarga al-Khalifa supaya melepaskan kekuasaannya atas negara pulau di Teluk Persia tersebut.

Pada Maret 2011, pasukan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab datang membantu rezim Bahrain menumpas para pengunjuk rasa. Puluhan orang tewas, beberapa di antaranya anak kecil, dan ratusan lainnya menderita luka-luka akibat aksi penumpasan. Selain itu, beberapa aktivis dan demonstran juga dijebloskan ke dalam penjara.

Pengadilan Bahrain Minggu (30/03) menjatuhkan vonis penjara seumur hidup terhadap belasan pemuda Palestina yang beberapa di antaranya masih berusia belasan tahun atas dakwaan terlibat dalam upaya pembunuhan polisi dan protes anti pemerintah pada Maret 2012.

Februari lalu lembaga Amnesti Internasional mengecam pemerintah Bahrain dan menyebutnya telah melakukan “represi tanpa henti” serta bertindak berlebihan terhadap para demonstran. Pada bulan yang sama Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-Moon meminta rezim Bahrain menghargai “obligasi hak asasi manusia internasional” dalam memperlakukan para pelaku unjuk rasa damai. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL