4.	Mads Gilbert, ahli anestesi dari Norwegia sedang berdiskusi dengan rekan-rekan Palestina-nya di  RS Shifa, mengenai dua bersaudara yang mengalami luka berat di bagian kepala. RS Shifa menerima korban-korban paling parah dalam serangan Israel. Gaza, LiputanIslam.com – Satu balita perempuan Palestina gugur sedangkan tiga orang lainnya luka terkena ledakan di Beit Lahia di bagian utara Jalur Gaza, Selasa (24/6/2014). Sebagaimana dikutip Rai al-Youm, Juru bicara Departemen Kesehatan Palestina Ashraf al-Qudrah menyatakan, “Satu anak perempuan bernama Wajad al-Danaf, 3 tahun, gugur akibat luka yang dideritanya karena ledakan.”

Sebelumnya, kepada AFP al-Qudrah mengatakan bahwa empat warga Palestina menderita luka-luka, dua di antaranya anak perempuan yang menderita luka parah, akibat ledakan dan semua korban sudah dilarikan ke Rumah Sakit al-Shifa.

Seorang saksi mata mengatakan kepada AFP, “Ledakan terjadi setelah jatuhnya roket buatan lokal yang ditembakkan oleh para pejuang dengan sasaran Israel namun ternyata jatuh menimpa rumah warga di wilayah kita sendiri.”

Seorang narasumber Hamas yang tidak ingin disebutkan identitasnya mengatakan bahwa penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan penyebab terjadinya ledakan.

Di pihak lain, juru bicara militer Israel mengumumkan bahwa dua roket yang diluncurkan dari Jalur Gaza telah menerobos wilayah selatan Israel, namun berhasil diatasi oleh sistem pertahanan anti rudal “Kubah Besi” milik Israel.

Menyusul serangan dua roket tersebut, Selasa malam Israel melancarkan serangan udara sebanyak 12 kali terhadap Jalur Gaza dengan sasaran terutama lokasi-lokasi pelatihan milik faksi-faksi Palestina. Pihak Palestina sendiri menyatakan tidak ada korban akibat serangan udara itu.

Menurut data militer Israel, sejak awal tahun ini lebih dari 200 roket telah ditembakkan dari Jalur Gaza ke wilayah selatan Israel.
Sementara itu, tentara Israel masih melanjutkan operasi masifnya untuk mencari tiga pemuda Israel yang hilang dan diduga menjadi korban aksi penculikan di Tepi Barat sejak 12 Juni lalu. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuduh Hamas yang berkuasa di Jalur Gaza sebagai pelaku penculikan.

Serangan kelompok-kelompok bersenjata Palestina terhadap Israel sudah jauh berkurang dalam beberapa bulan terakhir menyusul upaya pencegahan dari pihak Hamas pasca kesepakatan gencatan senjata Hamas dengan Israel pada November 2012. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL