Damaskus, LiputanIslam.com –   10 hari pasca kunjungan Raja Salman Bin Abdulaziz ke Moskow dan pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, sumber yang dekat dengan Kedubes Rusia untuk Suriah di Damaskus telah mengungkap sebagian isi pembicaraan Salman dengan Putin.

Al-Quds al-Arabi yang berbasis di London, Inggris, mengutip keterangan sumber-sumber itu melaporkan bahwa sekarang yang dipersoalkan Raja Salman bukanlah kebertahanan Bashar Assad sebaga presiden Suriah, baik pada masa transisi maupun setelahnya, melainkan eratnya hubungan antara Damaskus dan Teheran.

Menurut sumber itu, Raja Salman bahkan siap memberikan bantuan politik untuk kebertahanan Assad asalkan Moskow bersedia berusaha sedapat mungkin mengurangi taraf hubungan Damaskus dengan Teheran. Namun Moskow bersikap netral dalam hubungan Suriah-Iran ini, dan bahkan mengaku tidak mungkin bisa menjauhkan Assad dari Iran.

“Rusia tidak bisa memaksa Assad menjauh dari Iran, dan tidak mungkin pula bisa melakukan tekanan untuk mengurangi hubungan Damaskus dengan Teheran,” ungkap sumber itu menirukan pernyatan Putin. (mm/fna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL