Sami YusufTeheran, LiputanIslam.com – Untuk pertama kalinya, vokalis, musisi dan komposer Muslim Inggris berdarah Azarbaijan, Sami Yusuf, akan menggelar konser  di negara yang merupakan tanah kelahirannya sendiri, Iran.

“Bersama tim musisi saya, saya akan datang ke Iran dan menggelar konser pertama saya di Teheran pada 1 Februari 2015,” katanya dalam wawancara dengan Iranian Student News Network (SNN), Rabu (26/11).

Dia juga mengaku akan berkunjung ke makam Imam Ali Ridha, imam ke-8 mazhab Syiah di kota Mashhad, yaitu mazhab yang mayoritas di Iran.

“Selama berada di Iran, tentu saya akan berziarah ke Hazrat Ali bin Musa al-Ridha di Masyhad, dan ini merupakan ziarah pertama saya ke makam imam ke-8 mazhab Syiah. Berkunjung ke Masjid Jamkaran (kota Qum) juga merupakan aganda utama kedatangan saya,” tuturnya.

Setelah di Teheran, dia akan menggelar konser kedua di kota Tabriz, provinsi Azarbaijan Timur, Iran.

“Sesuai permintaan saya sendiri, konser kedua saya di Iran akan dilaksanakan di kota Tabriz. Saya akan ke sana untuk mementaskan lagu pada tanggal 4 Februari,” ungkapnya.

Dia menambahkan, “Rencananya, saya juga akan menggelar konser untuk saudara-saudara setanah air dan teman-teman musisi Iran di Shiraz pada 6 Februari, di Pulau Kish pada 8 Februari, dan di Arak pada 10 Februari.”

Dia mengatakan bahwa dalam konser ini dia akan disertai oleh Babak Radmanesh, musisi terkemuka Iran yang juga berdarah Azeri (Azarbaijan), dan menggelar konser lagi di Teheran pada tanggal 10 Februari, bertepatan dengan Hari Angkatan Udara Republik Islam Iran, yaitu sehari menjelang perayaan HUT kemenangan revolusi Islam Iran tahun 1979.

“Karena konser kedua saya di Teheran akan berlangsung bersamaan dengan Hari Angkatan Udara pada tanggal 10 Februari, maka ada kemungkinan Babak Radmanesh akan mementaskan lagunya yang berjudul “Khalaban” (Pilot),” ujarnya.

Sami Yusuf adalah artis Inggris kelahiran Teheran tahun 1980 yang namanya mendunia dan pernah disebut-sebut majalah Time sebagai “Bintang Rock Terbesar Islam”. Dia yang dibesarkan di London sejak usia tiga tahun itu sukses memikat kaum muda Muslim di berbagai penjuru dunia. Dia merilis album perdananya, al-Mu’alilim, pada tahun 2003, saat dia berusia 23 tahun. Saat itu dia menjual lebih dari dua juta kopi.

Dia juga terlibat dalam aktivitas kemanusiaan, antara lain di Islamic Relief dan Save The Children.

Dalam buku Taaddudiyyah Madzhabiyyah (Pluralisme Mazhab), nama Sami Yusuf juga tercantum dalam urutan ke 178 di antara 199 ulama, cendekiawan dan tokoh Muslim dunia yang menandatangani Deklarasi Konferensi Islam Internasional di Amman, Jordania, pada 27 – 29 Jumadil Awal 1426 H / 4 – 6 Juli 2005 M.

Pada butir pertama deklarasi ini ditegaskan ikrar; “Bahwa setiap orang yang mengikuti empat mazhab Ahlussunnah wal Jamaah (Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali) serta mazhab Jakfari (Syiah Imamiyyah Itsna Asyariyyah), mazhab Zaidi, mazhab Ibadi, dan mazhab Zhahiri adalah Muslim, tidak boleh dikafirkan, serta diharamkan darah, kehormatan dan hartanya.” (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL