Masyhad, LiputanIslam.com – Pemimpin Besar Iran Grand Ayatullah Sayyid Ali Khamenei dalam pidato sambutannya untuk tahun baru Norouz, yaitu kelender yang berlaku di Iran, di kota Masyhad, Iran,  Kamis (21/3/2019), menyinggung berbagai persoalan negaranya dengan pihak luar, terutama mengenai ancaman Amerika Serikat (AS), kemunafikan Eropa, dan keburukan rezim Arab Saudi.

“Salah satu orang AS yang terbodoh tahun lalu mengatakan, ‘Jika kita keluar dari perjanjian nuklir (Iran dengan negara-negara terkemuka dunia) maka akan terjadi pemberontakan di jalanan Iran, dan rakyat Iran bahkan tidak akan bisa mendapatkan sesuap roti.’ Tentu juga ada orang terbodoh lain yang mengaku akan dapat berpesta di Teheran usai Natal 2018,” ungkap Ayatullah Khamenei.

Dia menilai tekanan terhadap bangsa Iran justru “dapat menjadi pengalaman bagi kita, dan kesempatan untuk melihat kekurangan dan kelemahan kita” sembari menyebutkan bahwa berbagai pihak yang berkompeten di negara republik Islam ini sudah mulai mempelajari peluang-peluang untuk mendatangkan pendapatan dari ekspor non-minyak.

Mengenai daya pertahanan militer Iran dia mengatakan bahwa negara ini sekarang berada di level tertinggi di kawasan di bidang alutsista.

“Kita akan terus memperkuat insfrastruktur pertahanan kita, dan pantang tunduk kepada tekanan pihak-pihak lain… Iran memiliki kepalan tinju dan tangan yang kuat. Kita juga harus mencapai titik ini di bidang ekonomi. Kesempatan untuk ini tersedia di tengah ancaman musuh-musuh Republik Islam Iran,” ujarnya.

Dia melanjutkan, “Kita sendiri yang harus membangun kekuatan pertahanan ekonomi ini, jangan mengharapkan bantuan Barat…. Kita boleh mencurigai Barat akan bersekongkol, berkhianat, dan menikam dari belakang, tapi tak boleh berharap bantuan dan kebaikan dari mereka.”

Menurutnya, Barat dulu membantu rezim despotik Iran yang telah ditumbangkan oleh revolusi Islam, tapi bantuan itu sebenarnya bukan untuk rezim itu, melainkan untuk kepentingan Barat sendiri, demi memperkuat hegemoni mereka, untuk memasarkan komoditas militer mereka, dan membantu para penasehat militer AS.

Menyinggung tragedi teror yang menggugurkan puluhan warga Muslim di dua masjid di Selandia Baru, Ayatullah Khamenei menyoal, “Bukankah ini adalah teror, sesuai istilah mereka (Barat)?  Tapi televisi dan media Eropa tak siap menyebutnya peristiwa teror sehingga menyebutnya aksi bersenjata. Jadi, kalau terjadi gerakan terhadap orang yang disukai Barat maka hal itu akan mereka sebut teror dan pelanggaran HAM, tapi dalam kasus ini mereka tidak mengatakan dengan jelas bahwa tindakan itu adalah teror.”

Mengenai rezim Arab Saudi, Ayatullah Khamenei mengaku “tidak menemukan rezim yang lebih buruk darinya di kawasan Timteng, dan bahkan bisa jadi di dunia.”

Dia menambahkan, “Ini adalah rezim diktator, korup, zalim, dan sekaligus antek. Tapi di saat yang sama, Barat menyediakan fasilitas nuklir untuknya, membangunkan stasiun nuklir untuknya, dan mengumumkan bahwa mereka membangun pusat-pusat pembuatan rudal. Tak masalah, sebab rezim ini memang antek Barat, dan ketika mereka melakukannya maka kamipun tidak akan menyesalkannya, sebab saya tahu bahwa semua itu nanti juga akan jatuh ke tangan para mujahidin Islam di masa mendatang yang terlalu lama, insya Allah.” (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*