Izz Ad-Dine Al-Qassam Brigades in Gaza StripGazaCity, LiputanIslam.com – Para pejuang Palestina dilaporkan telah mengeksekusi 21 agen Israel yang diketahui telah memberikan banyak informasi kepada Israel selama negara Zionis itu menggelar operasi militer di Jalur Gaza. Bersamaan dengan ini, faksi-faksi pejuang terus melakukan perlawanan terhadap Israel dengan menembakkan roket-roketnya ke wilayah Israel, sementara lembaga Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa, UNICEF, menyatakan prihatin atas banyaknya korban anak kecil Palestina akibat serangan Israel.

TV al-Mayadeen Kamis kemarin (22/8) melaporkan bahwa serangan ke beberapa wilayah di Israel itu dilancarkan oleh faksi-faksi pejuang Palestina Brigade al-Quds, Brigade al-Qassam, Brigade Perlawanan Nasional, dan Brigade Syuhada al-Aqsha. Mereka membidikkan roket-roketnya beberapa sasaran antara lain pangkalan militer dan permukiman Zionis di kota Eshkol, Beersheba dan Nahal Oz.

Beberapa media Israel menyebutkan sebanyak lebih dari 60 roket telah melesat dari Jalur Gaza dan menimpa beberapa permukiman Israel. Namun demikian, media Israel tidak menyebutkan adanya korban jiwa maupun luka, dan hanya melaporkan terjadinya kerusakan akibat serangan tersebut tanpa.

Di tengah situasi perang, faksi-faksi pejuang Palestina di hari yang sama telah mengeksekusi 21 orang yang diketahui sebagai agen Israel dan terbukti telah memberikan informasi rahasia kepada Israel. Para agen itu dieksekusi dengan tembakan setelah keluar putus vonis hukuman mati dari Mahkamah Revolusi.

Beberapa terpidana itu mengakui perbuatannya memberikan kepada Israel informasi rahasia mengenai pergerakan para pejuang Palestina serta melakukan aksi spionase mengenai pergerakan para pejuang, terutama kalangan petinggi dan komandan pejuang, posisi-posisi peluncur roket, dan lokasi-lokasi terowongan para pejuang.

Di pihak lain, militer Israel Kamis kemarin mengakui gagal menghabisi nyawa Panglima Brigade Ezzedin al-Qassam, sayap militer Hamas, Mohamed al-Daif. Rabu dini sebelumnya jet tempur Israel membom sebuah rumah di Gaza mengakibatkan isteri al-Daif beserta bayi laki-laki dan seorang puterinya gugur syahid.

Sementara itu, Kepala Kantor Dana Anak Perserikan Bangsa-Bangsa (UNICEF) di Gaza, Pernilla Ironside, menyatakan prihatin atas banyaknya jumlahnya anak kecil yang tewas akibat serangan Israel ke Jalur Gaza. Dia juga menyebutkan bahwa korban jiwa dari kalangan anak kecil akibat gempuran Israel mencapai 469 anak, sedangkan korban luka lebih dari 3,000 anak.

Dia juga mengingatkan bahwa sebanyak 373,000 anak kecil di Gaza memerlukan bantuan sosial psikologis secepatnya untuk memulihkan mereka dari kondisi trauma. Dia mengaku UNiCEF hanya memiliki 50 tenaga psikolog dan konsultan di Gaza. Mereka sudah terjun ke lapangan dan hanya dapat mengurus sekitar 3,000 anak. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL