Damaskus, LiputanIslam.com –  Seorang hakim kelompok teroris Jaish al-Islam, Samer al-Kaaka, Jumat (31/3/2017), menyatakan telah dicapai kesepakatan antara pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi dan pemimpin Jabhat al-Nusra Abu Mohammad al-Golani.

Disebutkan bahwa dalam kesepakatan ini ISIS bersedia menarik pasukannya dari Qalamoun timur, provinsi Hama timur, dan al-Lajah di provinsi Daraa. ISIS setuju menyerahkan semua kawasan ini kepada Hayat Tahrir Sham (HTS), aliansi kelompok-kelompok teroris yang dipimpin Jabhat al-Nusra. Kesepakatan ini ditujukan untuk memudahkan upaya HTS selanjutnya untuk mengusai Ghouta Timur, dan sebagai imbalannya, HTS akan memudahkan suplai ISIS dari semua kawasan yang dikuasainya di Suriah.

Sebelumnya, beredar kabar mengenai adanya negosiasi rahasia antara al-Nusra yang diwakili Abu Marya al-Qahtani dengan ISIS yang diwakili oleh seorang petingginya selama bulan Maret. Negosiasi ini menghasilkan kesepakatan pada 22 Maret.

Kesepakatan ini menunjukkan ketidak akuratan kabar kegagalan perundingan ISIS dengan al-Nusra mengenai peniadaan eksistensi ISIS di Suriah, karena paling tidak ISIS akhirnya bersedia menarik diri dari sebagian kawasan yang dibutuhkan oleh al-Nusra untuk mengembangkan pengaruhnya dan menyambung rute-rute logistiknya, dan sebagai imbalannya, al-Nusra memberikan kemudahan kepada ISIS untuk melakukan lalu lintas suplai antarkawasan yang dikuasainya.

Di pihak lain, Jaish al-Islam dukungan Arab Saudi yang merupakan kekuatan terbesar di Ghouta Timur, provinsi Damaskus, merasa terancam oleh kesepakatan ini, terutama setelah dikejutkan oleh penarikan diri ISIS secara tenang dari pinggiran kawasan yang dikuasainya untuk kepentingan al-Nusra, karena kesepakatan ini akan menambah tekanan  ISIS dan al-Nusra terhadap Jaish al-Islam.   Karena itu, Samer al-Kaaka mengecam keras Al-Golani.

Al-Nusra dan ISIS sama-sama sedang menghadapi perang yang menentukan. ISIS siap menghadapi perang Raqqa, sebagaimana mereka cepat atau lambat akan terbasmi di Mosul, sementara al-Nusra sedang tertekan di lapangan setelah dua serangan besarnya di Damaskus gagal, dan di Hama pun juga menderita kerugian besar. Karena itu keduanya lantas menjalin kesepakatan untuk memperbaiki keadaan masing-masing. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL