pasukan-adat-irakBaghdad, LiputanIslam.com –   Para pejabat Irak menyatakan sebanyak 21 anggota pasukan adat pendukung pemerintah Irak terbunuh akibat serangan udara di sebuah kawasan di selatan Mosul yang dikuasai oleh kawanan teroris ISIS.

Disebutkan bahwa serangan udara itu terjadi Rabu dini hari (5/10/2016) pukul 01.00 waktu setempat di timur distrik Qayyarah yang sejak Agustus lalu berhasil dibebaskan oleh pasukan Irak dari pendudukan ISIS.

Syeikh Nazhan al-Sakhar, komandan pasukan adat tersebut, menyatakan pihak berhasil menahan serangan ISIS di kawasan itu, tapi di tengah perkumpulan usai pertempuran tiba-tiba mendapat serangan udara.

Menteri Pertanian Irak Falah Hasan al-Zaidan yang kelompok sukunya berada di kawasan Qayyarah mengatakan 21 anggota relawan adat terbunuh. Dia membenarkan jam terjadinya serangan udara tersebut.

Sejak 2014 pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) dilaporkan aktif melancarkan serangan udara terhadap ISIS di Irak, tapi juga dikabarkan berulangkali  menyerang tentara dan relawan Irak.

Serangan yang terjadi belakangan ini dilakukan ketika pasukan Irak sedang bersiap-siap memulai operasi pembebasan Mosul, kota terakhir yang masih di kuasai ISIS di Irak.

Seorang pejabat senior pertahanan AS mengakui adanya serangan udara yang menimpa pasukan adat tersebut, tapi dia menduga kuat hal itu terjadi akibat salah target.

“Ini kemungkinan besar adalah dari serangan udara koalisi.  Sekarang juga, kami masih meghimpun informasi…  penyelidikan sudah dimulai, dan serangan udara ini diduga  merupakan apa yang, sayang sekali, kita sebut insiden blue-on-green (salah sasaran) ,” katanya.

Beberapa waktu lalu kejadian “salah target” serangan udara pasukan koalisi pimpinan AS juga menimpa pasukan Suriah yang bertempur melawan ISIS di Deir al-Zor hingga jiwa puluhan tentara Suriah melayang, dan peristiwa ini lantas mengacaukan proses gencatan senjata di Aleppo.

Sementara itu, Perdana Menteri Irak Haider Abadi, saat menyambut kunjungan duta besar Rusia untuk Irak, Ilya Morgunov, ke kantornya di Baghdad menegaskan pihaknya menentang campur tangan asing di wilayah Mosul dengan alasan apapun.

Dalam pertemuan itu keduanya membicarakan perkembangan situasi politik dan keamanan Irak dan regional serta persiapan operasi militer untuk pembebasan Mosul dari cengkraman ISIS. (mm/afp/rt/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL