serangan malam jet saudiSanaa, LiputanIslam.com – Jet tempur Saudi dilaporkansalah sasaran dalam serangannya di selatan Yaman hingga menewaskan tak kurang dari 30 milisi pro-presiden tersingkir Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi dan melukai 40 lainnya.

Sebagaimana dilaporkan Alalam Minggu kemarin (18/10), sumber-sumber Yaman menyebutkan serangan udara Saudi menimpa milisi pro-Hadi di kawasan antara provinsi Lahij dan provinsi Taiz yang menjadi ajang pertempuran sengit antara tentara Yaman dan komite-komite rakyat yang berafiliasi dengan Ansarullah (Houthi) di satu pihak dan kelompok-kelompok ekstrimis takfiri dan milisi “bayaran Saudi” lainnya.

Dalam peristiwa lain, puluhan orang juga tewas dan beberapa peralatan perang mereka hancur akibat gempuran roket Katyusha dari tentara dan komite rakyat Yaman terhadap parade militer pasukan asing dan milisi bayarandi kamp Suhun al-Jin, provinsi Marib.
Di kawasan al-Khubah, Jizan, Arab Saudi, sejumlah tentara Saudi juga dilaporkan tewas dan beberapa lainnya luka-luka ketika mereka berusaha merebut kembali beberapa pos mereka yang dikuasai oleh tentara dan komite rakyat Yaman, Sabtu lalu (17/10). Selain itu empat tank Saudi juga hancur.

TV al-Masirah milik Ansarullah menayangkan rekaman video penangkapan terhadap seorang perwira Saudi ketika pasukan Yaman menguasai beberapa pos militer Saudi.

antor berita Turki, Anadolu, melansir keterangan sumber lokal distrik Usailan, provinsi Shabwa, Yaman timur, bahwa pasukan Ansarullah dan tentara Yaman dalam jumlah besar telah melintas dari kawasan al-Safra menuju kota Ataq, ibu kota Shabwa.

“Pasukan yang melintas menuju ibu kota Shabwa datang dari distrik Bijan, Usailan, dan Harib di provinsi Shabwa, dan bergabung dengan ratusan orang bersenjata. Mereka membawa puluhan peralatan dan tank, serta beberapa mortir, senjata otomatis anti serangan udara, dan kendaraan yang mengangkut perbekalan dan senjata,” ungkap sumber itu.

Menurut Anadolu, pertengahan Agustus lalu tentara Yaman dan pasukan Ansarullah mendadak meninggalkan Ataq dan sebagian distrik di provinsi penghasil minyak itu untuk berkonsentrasi di tiga distrik Bijan, Usailan dan Harib yang berhampiran satu sama lain dan terletak di dekat kamp Shafir yang menjadi pangkalan pasukan koalisi Arab pimpinan Saudi.

Juru bicara Ansarullah Mohammad Abdul Salam menegaskan sudah tujuh bulan Arab Saudi menyerang Yaman namun tidak membuahkan hasil apapun yang diinginkan Riyadh.

“Saudi tidak dapat merealisasikan apapun selama tujuh bulan agresinya terhadap Yaman, kecuali pembunuhan dan penghancuran terhadap bangunan-bangunan infrastruktuk serta melakukan kejahatan sadis terhadap warga sipil Yaman,” katanya kepada IRNA.
Dia juga menegaskan bahwa krisis Yaman tidak akan terselesaikan kecuali dengan dialog antar komponen Yaman sendiri, dan karena itu pihaknya selalu siap untuk berdialog demikian. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL