saudi hasan farhan al-malikiRiyadh, LiputanIslam.com – Ulama dan pemikir terkenal sekaligus kontroversial Arab Saudi Syekh Hasan Farhan al-Maliki mengutuk keganasan para ekstrimis Salafi/Wahabi di Irak serta mengecam sikap pemerintah Riyadh dan televisi Saudi yang dinilainya cenderung mempromosikan terorisme.

“Mereka memperagakan aksi kaum Khawarij di masa lampau, sedangkan Departemen Penerangan bersikap aneh,” tulis al-Maliki pada website pribadinya yang juga menyediakan tautan pengunduhan video yang merekam adegan mengerikan para teroris Wahhabi di jalanan Irak. Tautan itu diberi judul “Pembantaian Salafi Terhadap Warga Syiah Irak” (klik di sini untuk melihat).

Video itu rupanya membuat al-Maliki geram dan lantas melontarkan kecaman. Dalam video berdurasi 4 menit 4 detik terekam jelas beberapa orang bersenjata dalam sebuah mobil mengejar dan menembaki setiap mobil yang ada di sekitarnya. Video itu diambil oleh seseorang yang berada di sebelah rekannya yang mengarahkan moncong senapan otomatis laras panjang ke luar jendela mobil.

Tidak puas dengan menembak dari jarak beberapa meter, mereka turun dari mobil mendekati mobil-mobil yang terhenti akibat muntahan peluru. Di situ mereka menembaki lagi para korban di depan kamera dari jarak dekat hingga dipastikan tewas bersimbah darah. Satu pria pengendara berusaha kabur dari dalam mobil, namun dikejar dan ditembaki hingga terjatuh setelah bagian kakinya diterjang peluru. Dalam kondisi tak berdaya, punggung korban diberondong peluru dari jarak sekitar setengah meter.

Tidak berhenti di situ, mereka juga memburu para pejalan kaki. Terlihat mereka menembak dua warga yang sedang berjalan di atas trotoar. Satu orang langsung tersungkur sementara yang lain masih sempat lari. Korban yang sudah tersungkur kemudian masih ditembaki lagi dari jarak beberapa meter dari dalam mobil penyerang yang berjalan pelan hingga korban tak berkutik.

“Ya Allah, “ tulis al-Miliki, “aku berlepas tangan kepadamu dari ulah mereka, dari kebungkaman orang yang mendukung mereka, memberikan fatwa untuk mereka, dan memotivasi mereka.”
Al-Maliki yang mengaku bermazhab Hanbali itu memuat contoh tayangan-tayangan televisi Saudi yang memberikan motivasi kepada para teroris Wahabi.

Pemikir dan penulis muda lulusan Universitas Imam Muhammad bin Saud, Riyadh, itu mengaku sudah mengingatkan Departemen Penerangan Arab Saudi supaya menjadikan video itu sebagai tolok ukur untuk menilai para teroris dan televisi-televisi Saudi yang cenderung memotivasi dan menyoraki aksi-aksi mereka. Namun, lanjut al-Maliki, pihak Departemen Penerangan hanya merespon dengan pernyataan “mereka itu hantu”, yakni mereka tidak terlihat dan tidak jelas berada di mana.

“Demi Allah,” ungkap al-Maliki, “ini aneh, bukankah mereka ada setiap hari di chanel-channel televisi? Apakah mereka juga akan dianggap hantu seandainya mereka mengafirkan pemerintah Saudi?”

Al-Maliki lantas mengingatkan bahwa Saudi tidak patut mengaku berperang melawan teroris karena kenyataannya justru puas dan bergembira menyaksikan adegan kejam seperti itu, yang menurutnya terjadi bukan hanya di Irak, melainkan juga Suriah dan Yaman.

Syekh Hasan Farhan al-Maliki adalah ulama, cendikiawan dan penulis produktif yang kontroversial di tengah masyarakat Arab Saudi dan bahkan Timur Tengah secara umum. Pasalnya, walaupun dia mengaku sebagai Wahabi moderat namun banyak mengritik pendapat-pendapat Muhammad bin Abdul Wahab dan Ibnu Taimiyyah serta meyakini bahwa para ekstrimis Wahabi yang gampang sekali menghalalkan darah non-Wahabi sebagai bahaya bagi Islam dan umat Islam.

Sebagian kalangan Wahabi menganggapnya telah berpindah ke mazhab Syiah karena banyak pendapatnya yang lunak dan bahkan sejalan dengan Syiah. Beberapa fotonya yang berdampingan dengan para ulama Syiah juga dijadikan alasan bahwa kolumnis produktif di berbagai media Arab itu telah bermazhab Syiah. (mm/almaliky)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL