Riyadh, LiputanIslam.com –  Aktivis Arab Saudi pengguna akun Twitter “Sahat al-Balad” menyebutkan bahwa kontak senjata yang terjadi di salah satu istana Kerajaan Saudi di lingkungan al-Khazami, Riyadh, ibu kota Saudi, dipicu oleh upaya kudeta salah seorang perwira pendukung mantan putra mahkota Mohammad bin Nayef, dan dalam upaya ini terlibat pula para oknum dari kalangan garis keras al-Sheikh karena Putra Mahkota Saudi Mohammad bin Salman telah melanggar perjanjian keagamaannya dengan kalangan ini.

“Berbagai informasi akurat yang kami dapatkan: Penggagalan upaya pembunuhan ‘al-Dab al-Dasyir’ (Mohammad bin Salman) yang dilakukan oleh para perwira senior pendukung Mohammad bin Nayef, dan telah menyebabkan jatuhnya korban tewas dan luka dari kedua belah pihak,” cuitnya, Minggu (22/4/2018).

‘Al-dabb’ dalam bahasa Arab resmi berarti “beruang”, sedangkan ‘al-dasyir’ dalam bahasa Arab informal memiliki beberapa arti, yaitu: “gelandangan, linglung, dan berandal.”

Sahat al-Balad juga menyebutkan, “Sumber-sumber papan atas kami memastikan keterlibatan para oknum dari kalangan al-Sheikh yang secara keagamaan bergaris keras dan dekat dengan Mohammad bin Nayef dalam upaya pembunuhan Beruang Berandal. Al-Sheikh adalah pemegang otoritas keagamaan berdasarkan kesepakatan historis mereka dengan al-Saud, tapi Beruang Berandal telah membatalkan kesepakatan ini.”

Sahat al-Balad yang memiliki puluhan ribu follower menjelaskan bahwa drone yang ramai dikabarkan adalah drone yang telah diterbangkan dari Istana Asma al-Sheikh menuju istana Bin Salman, dan diduga kuat bertujuan memberikan liputan langsung untuk pasukan pendukung Bin Nayef.

“Sekarang semua penghuni istana al-Sheikh, tanpa kecuali, dikenai tahanan rumah. Sumber-sumber papan atas kami menyatakan bahwa pasukan pendukung putra mahkota tercopot Mohammad bin Nayef mendapatkan dukungan informasi logistik dari mereka.”

Aparat keamanan Saudi Sabtu lalu menyatakan bahwa adegan tembak menembak sengit yang terjadi di salah satu lingkungan istana disebabkan oleh upaya penjatuhan sebuah drone mainan kecil.

Di medsos Saudi beredar foto dan video suasana sekitar istana di lingkungan al-Khazami di bagian barat Riyadh, ibu kota Saudi. Dikabarkan pula bahwa Raja Salman dibawa ke sebuah bunker di sebuah pangkalan udara.

Seorang petinggi Saudi mengatakan kepada Reuters bahwa Raja Salman tidak ada di istana ketika insiden itu terjadi.

Pengguna akun Twitter “mujtahidd” yang tak kalah popularnya di kalangan netizen Saudi menyebutkan bahwa tujuh orang tewas dari kedua belah pihak dalam insiden kontak senjata itu. Dia juga menyatakan bahwa adegan itu berlangsung satu jam penuh sehingga tidak mungkin untuk sekedar penjatuhan drone semata dan bukan kontak senjata. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*