pembunuh-nahid-hattarAmman, LiputanIslam.com   Penulis Yordania Nahid Hattar yang didakwa telah menciderai perasaan umat Islam karena menyebar kartur satir di media sosial Facebook akhirnya terbunuh di tangan seorang ekstrimis, Minggu (25/9/2016).

BBC melaporkan bahwa tubuhnya diterjang tiga butir peluru di luar gedung pengadilan tempat dia diadili di Amman, ibu kota Yordania. Polisi lantas menangkap tersangka pelaku penembakan, Riad Abdullah, 49 tahun. Media Yordania menyebutkan bahwa tersangka adalah seorang imam masjid lokal yang merasa tersinggung oleh kartun tersebut. Sumber-sumber keamanan mengatakan kepada Jordan Times bahwa tersangka adalah seorang ekstrimis.

Situs al-Dostor dan al-Marsd memuat beberapa data mencengangkan mengenai sosok tersangka.   Disebutkan bahwa dia  adalah sosok beraliran Salafi/Wahabi yang baru pulang dari haji.  Dalam aksi penembakan itu dia mengenakan pakaian yang mengesankan kepatuhan kepada syariat Islam.

Penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya pihak-pihak lain yang berada di balik aksi itu, sementara para pendukung ISIS di medsos berbagi ucapan selamat satu sama lain atas terbunuhnya Hattar yang selama hidupnya gencar memusuhi teroris. Karena itu, muncul dugaan bahwa tersangka pembunuhan adalah anggota ISIS.

Hattar adili dan diancam hukuman tiga tahun penjara dengan dakwaan menebar karikatur yang dianggap menghina Allah SWT dan berkenaan dengan DzatNya Yang Maha Suci.

Dia menyangkal dakwaan menghina Allah SWT. Dia mengatakan bahwa yang dia hina bukan Allah, melainkan para teroris dan gambaran mereka tentang Tuhan dan neraka. Menurutnya, karikatur itu sama sekali tidak berkenaan dengan Dzat Allah, baik langsung maupun tak langsung, melainkan justru demi memaha sucikan Dzat Allah dari apa yang digambarkan oleh para teroris.

Al-Wafd menyebut bahwa Riad Abdullah adalah sosok pria bercambang lebat dan panjang yang semula  berprofesi sebagai imam masjid  di kawasan al-Zaghatit, tapi kemudian diberhentikan dari profesi ini karena telah menghujat para tokoh senior Islam.

Menurut al-Wafd dia memberondong korban dengan sekitar tujuh butir peluru dari jarak hanya satu meter dengan senjata api jenis FN kaliber 9 mm.

Dia berusaha kabur namun dikejar dan ditangkap oleh putera Hattar bersama beberapa petugas keamanan dan sekelompok warga.

Gerakan Hizbullah Lebanon mengecam pembunuhan itu dan menyebut Hattar sebagai pejuang anti Zionis, pembela Palestina, pendukung kubu muqawamah, dan sosok yang sangat berani melawan ekstrimisme dan takfirisme.

Menurut al-Manar, Hizbullah menyampaikan ucapan belasungkawa kepada keluarga, kerabat dan para sahabat Hattar, serta mendesak pemerintah Yordania agar menjatuhkan hukuman yang setimpal terhadap pelaku pembunuhan serta siapapun yang berada di balik kejahatan ini.

Nahid Hattar adalah penulis dan jurnalis berhaluan kiri Yorania kelahiran tahun 1960. Dia lulus dari Universitas Yordania dengan menyandang gelar magister (S-2) di bidang pemikiran Salafi/Wahabi kontemporer. Dia ditembak mati setelah dua bulan dibebaskan dari tahanan dengan jaminan uang. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL