mesir hamdeen sabahiKairo, LiputanIslam.com – Kandidat presiden Mesir, Hamdeen Sabahi, mengakui kalah telak dalam pilpres melawan saingannya Abdul Fattah al-Sisi yang juga mantan menteri pertahanan negara ini. Dia juga mengaku menghormati kehendak dan aspirasi rakyat.

Dalam jumpa pers Kamis (29/5) menyebutkan bahwa dia yang merupakan satu-satunya saingan al-Sisi dalam pilpres hanya mendapatkan lebih dari 3 persen suara, sedangkan al-Sisi mengeruk 96 persen suara.

“Saya bersama para mitra dan tim sukses menghargainya secara elegan. Kami serahkan kesempatan memilih kepada rakyat yang berkompeten untuk memilih, dan sekarang sudah tiba saatnya untuk saya katakan kepada bangsa kami yang besar ini bahwa saya mengharmati pilihan mereka serta mengakui kekalahan saya dalam pemilu,” ujar Sabahi.

Pemimpin kelompok kiri Mesir yang pernah menduduki peringkat ketiga dalam perolehan suara pemilu yang dimenangi oleh Mohamed Morsi pada tahun 2012 itu menambahkan, “Tidak ada tempat dalam hati kami untuk keberatan, kebencian, balas dendam, dan berlanjutnya perpecahan. Kami menginginkan negara yang bangkit, adil, dan bermartabat bagi seluruh rakyat Mesir. Dengan hati lapang dan jiwa yang tulus, saya mengatakan bahwa kami menghormati semua orang yang berbeda dengan kami dan meninggalkan kami. Kami memaafkan siapapun yang pernah berbuat tidak baik kepada kami. Kami ingin memandang masa depan dan membuka lembaran baru di negeri ini.”

Sabahi lantas menegaskan bahwa pihaknya akan terus bekerja dan berjuang untuk merealisasikan cita-cita revolusi Januari 2011 yang telah menggulingkan diktator Hosni Mubarak. Cita-cita itu ialah “kesejahteraan hidup, kebebasan, dan keadilan sosial.”

“Kami akan terus berlaga melawan korupsi, diktatorisme dan kemiskinan. Kami juga akan melawan terorisme dan kekerasan beserta gerombolan dan para penyerunya. Kami tidak akan berkompromi dengan aksi teror maupun korupsi dan kediktatoran,” tegas Sabahi sambil mengingatkan bahwa teror yang harus diperangi bukan hanya di sektor keamanan, melainkan di bidang keadilan, demokrasi dan kebebasan. (mm/alnahar)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL