Damaskus, LiputanIslam.com –  Pasukan Arab Suriah (SAA) dan sekutunya terus bergerak maju di kawasan timur kota kuno Palmyra (Tadmur), provinsi Homs, dan berhasil membebaskan gunung al-Mazar.

Mereka terus bertempur melawan kelompok teroris ISIS, Kamis (16/3/2017), berhasil membebaskan beberapa kawasan baru di bagian timur provinsi Homs, termasuk Hunung al-Mazar, dan menguasai gudang-gudang milik perusahaan transportasi di lokasi yang berjarak 15 km dari Palmyra.

Beberapa anggota ISIS dilaporkan tewas dan luka dalam pertempuran ini, sementara para insinyur perang SAA melancarkan operasi sapu bersih bom dan ranjau yang ditebar ISIS di kawasan tersebut.

Sehari sebelumnya, didukung operasi angkatan udara, SAA dan sekutunya berhasil membebaskan kawasan Wadi Ahmad dan benteng al-Hira di timur Palmyra.

Sementara itu, Kemhan Rusia, Kamis, menyatakan negaranya telah mengirim lebih dari 150 tenaga ahli bersama perlengkapan mereka untuk membersihkan Palmyra dari bahan-bahan peledak dan ranjau yang ditebar ISIS.

SAA dan sekutunya berhasil membebaskan Palmyra pada 2 Maret lalu. ISIS menduduki Palmyra pada 2015 dan telah menghancurkan banyak peninggalan sejarah berharga di sana. Pada Maret 2016 mereka terusir dari sana oleh SAA, tapi pada Desember kemudian mereka berhasil menduduki lagi kota yang tercatat dalam daftar peninggalan sejarah dunia Unesco ini.

Kota Palmyra juga dikenal dengan sebutan “Pengantin Gurun” dan merupakan puing kota monumental dalam rute perniagaan yang menghubungkan Persia, India, dan Tiongkok dengan Kekaisaran Romawi.

Keberadaannya sebagai kota persinggahan di persimpangan peradaban kuno terlihat dari paduan corak arsitektur kuil-kuil dan pilar-pilarnya.

Sejarawan dan novelis Inggris Tom Holland menyebut situs itu sebagai kombinasi mempesona pengaruh klasik, Iran, dan Arab. (mm/irna/sputnik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL