tank-suriah-di-aleppoAleppo, LiputanIslam.com –   Pasukan Arab Suriah (SAA) terus memukul mundur kawanan pemberontak dan teroris dalam perang di Aleppo timur. SAA dan kelompok-kelompok bersenjata pendukungnya, Selasa (6/12/2016), berhasil merebut lingkungan al-Shaar yang merupakan kawasan permukiman terbesar di Aleppo timur. Bersamaan dengan ini pemerintah Suriah menolak segala bentuk upaya gencatan senjata yang tidak menjamin keluarnya kawanan bersenjata dari Aleppo timur.

“Pasukan pemerintah Suriah dan sekutunya hari ini telah menguasai sepenuhnya lingkungan al-Shaar usai pertempuran sengit sekali melawan kawanan bersenjata oposisi yang akhirnya mundur ke lingkungan al-Kalasah dan al-Nirab, Aleppo timur, sebagaimana pasukan Suriah juga menguasai beberapa bagian lingkungan Qadi Askar di timur Benteng Aleppo,” ungkap sumber yang dekat dengan SAA kepada kantor berita Jerman, DPA.

Dia menambahkan, “Setelah tentara Suriah menguasai lingkungan al-Shiar, jalur bandara Aleppo menjadi  sepenuhnya aman.”

Di medsos, halaman beberapa aktivis yang dekat kubu oposisi di Aleppo menyebutkan bahwa kawanan bersenjata mundur dari al-Shiar karena mendapat serangan udara sengit dari jet tempur Rusia dan helikopter pasukan pemerintah.

Sumber rumah sakit di Aleppo timur mengatakan kondisi kesehatan di sana sangat memprihatinkan.

“Kondisi kesehatan menjadi sangat buruk dan bahkan tragis, karena tidak adanya fasilitas kedokteran untuk korban luka yang merujuk tempat-tempat yang tersisa, yang bernama pusat-pusat kedokteran,” ungkap dr. Hamzah al-Khatib.

Berbagai sumber menyatakan bahwa SAA dan sekutunya telah menghadang serangan hebat kawanan bersenjata di kawasan Jam’iyyah al-Zahra, Aleppo barat. SAA antara lain berhasil menghancurkan bom mobil sebelum mencapai posisi-posisi SAA.

Tolak Gencatan Senjata

Kemlu Suriah merilis statemen berisikan penolakan terhadap segala upaya gencatan senjata di Aleppo timur yang tidak menjamin keluarnya semua kawanan k bersenjata dari kawasan ini.

“Suriah menegaskan tidak akan membiarkan warganya di Aleppo timur menjadi sandera kawanan teroris, dan segala upaya yang memungkinkan akan terus ditempuh untuk membebaskan mereka. Kami menolak segala upaya dari pihak manapun untuk gencatan senjata yang tidak menjamin keluarnya semua teroris dari Aleppo timur,” bunyi statemen itu.

Stetemen ini dirilis setelah Rusia dan Cina memveto draf resolusi Dewan Keamanan PBB yang mencanangkan gencatan senjata di Aleppo selama tujuh hari.

Rusia menilai draf itu dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada kawanan bersenjata untuk menggalang kekuatan lagi melawan pasukan pemerintah. (mm/dpa/sana)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL