Damaskus, LiputanIslam.com – Pasukan Arab Suriah (SAA) untuk pertama kalinya berhasil membebaskan distrik Masharah di jalur tengah provinsi Quneitra, Suriah selatan, Ahad (15/7/2018). Bersamaan dengan ini ratusan militan pemberontak mulai keluar dari kota Daraa.

Observatorium Suriah untuk HAM melaporkan bahwa provinsi ini telah digempur dengan lebih dari 800 mortir dan roket. Menurut LSM yang dekat dengan kelompok oposisi Suriah dan berbasis di Inggris ini, pertempuran di provinsi Quneitra yang 70% wilayahnya masih dikuasai oleh pemberontak terjadi di kawasan yang berjarak sekira 4 kilometer dari zona gencatan senjata Suriah-Israel.
Lembaga ini menambahkan bahwa jet tempur Suriah telah melancarkan serangan untuk pertama kali di Quneitra selama lebih dari satu tahun terakhir.

Provinsi Quneitra merupakan kawasan yang sangat sensitif karena mencakup Dataran Tinggi Golan yang diduduki oleh Rezim Zionis Israel.

Kantor berita Suriah, SANA, melaporkan bahwa kelompok-kelompok bersenjata yang berada di kawasan Daraa kemarin telah menyerahkan berbagai jenis senjata berat dan ringannya, termasuk tank, mobil lapis baja buatan Inggris, dan mortir berat kepada SAA sesuai kesepakatan yang telah dicapai Rabu lalu.
Dilaporkan pula bahwa kelompok-kelompok pemberontak beserta keluarganya kemarin juga mulai dievakuasi dari kota Daraa sesuai kesepakatan mereka dengan pemerintah untuk mengembalikan kota dan provinsi Daraa kepada pemerintah.
AFP melaporkan bahwa ratusan militan dan keluarganya telah diangkut dengan 15 unit bus sembari membawa tas –tas kopor dan perabotan serta bergerak menuju sebuah titik kumpul, dan menurut catatan, jumlah mereka yang akan keluar dari Daraa 750 orang. (sana/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*