bendera suriah di utara aleppoDamaskus, LiputanIslam.com –   Sumber militer Suriah menyatakan pasukan tambahan pemerintah Suriah yang didukung para pejuang Hizbullah telah tiba di kawasan Wadi Bardi di barat Damaskus, ibu kota negara ini, untuk meningkatkan operasi penumpasan pemberontak.

“Pasukan tambahan ini mencakup para petempur baru, pasukan peluncur rudal dan artileri kelas menengah serta senjata otomatis berat dalam rangka memulai tahap kedua operasi militer di desa-desa Wadi Bardi akibat penolakan kawanan bersenjata terhadap kesepakatan perjanjian penyelesaian,” ungkap sumber yang meminta identitasnya dirahasikan itu kepada DPA, Minggu (25/12/2016).

Dia menambahkan bahwa gempuran Pasukan Arab Suriah (SAA) pada hari itu telah menimpakan kerugian dalam jumlah besar pada kawanan bersenjata berupa hancurnya rumah sakit lapangan, media center, gudang senjata, serta tewasnya  minimal 10 anggota militan bersenjata di Wadi Bardi.

Bersamaan ini, beberapa kelompok bersenjata terus berkomunikasi dengan SAA untuk penyerahan diri dan posisi-posisi mereka dengan penyelesaian mengenai status dan pemindahan mereka ke Idlib.

Di sisi lain, sumber militer juga menyebutkan adanya negosiasi para pemimpin SAA dengan para wakil kawanan bersenjata di distrik Sabir, 45 km dari pusat kota Damaskus, dan distrik Beit Tima di bagian selatan provinsi Damaskus. Negosiasi ini sudah hampir menghasilkan kesepakatan yang menjamin pemindahan kawanan bersenjata yang berkenaan ke Idlib dan penetapan status orang-orang yang masih tersisa. Perjanjian ini diharapkan dapat diterapkan pada beberapa hari mendatang.

Di provinsi Daraa di bagian selatan Suriah, sejumlah pemimpin pemberontak, termasuk Brigade Tauhid al-Ummah, menyerahkan diri kepada SAA.

Kepala cabang keamanan militer SAA di Daraa, Brigjen Wafiq Nasser, menyambut gembira perkembangan ini saat menerima para pemimpin kawanan bersenjata dalam pertemuan yang selenggarakan di markas Divisi 9 SAA. Dia menyebutnya sebagai satu langkah maju menuju pemulihan keadaan di provinsi yang turut meradang sejak Suriah mulai dilanda krisis pemberontakan pada tahun 2011 ini.

Sementara itu, warga Kristen kota Aleppo dapat kembali merayatakan Natal setelah kota ini berhasil dibebaskan oleh SAA dari cengkraman pemberontak dan teroris. Hal yang sama juga terjadi di kota Bartela yang telah dibebaskan oleh pasukan Irak dari pendudukan kawanan teroris ISIS. (mm/raialyoum/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL