Damaskus, LiputanIslam.com –  Pasukan Arab Suriah (SAA) mengumumkan pihaknya berhasil menguasai kawasan perbukitan yang sangat stategis karena terhubung dengan Dataran Tinggi Golan yang diduduki pasukan Zionis Israel.

Kantor berita Suriah, SANA, mengutip pernyataan sumber militer bahwa “SAA telah merebut kembali kawasan Tal al-Harah yang merupakan titik paling strategis di front selatan.”

Senin (16/7/2018) SAA mendapatkan kemajuan baru dalam pergerakan dan pertempurannya di bagian selatan Suriah melawan kelompok-kelompok pemberontak dan teroris serta mendesak mereka agar bergabung dengan rekonsiliasi.

SAA berjuang sejak beberapa pekan lalu untuk membebaskan semua wilayah selatan Suriah dari pendudukan kelompok-kelompok bersenjata pemberontak dan teroris.

Sejauh ini melalui operasi yang dimulai sejak 19 Juni lalu itu telah dicapai kesepakatan Rusia dengan beberapa kelompok oposisi yang membuat SAA berhasil menguasai lebih dari 80% wilayah provinsi Daraa di mana pasukan pemberontak kini tidak lagi bercokol kecuali di pinggiran baratnya.

Direktur Ekskutif Obervatorium Suriah untuk HAM, Rami Abdulrahman, mengatakan, “Pasukan pemerintah menguasai distrik al-Harah, Samlin, dan Zamrin setelah kelompok-kelompok oposisi menyetujui kesepakatan yang mengharuskan masuknya badan-badan negara dan peletakan senjata berat dan menengah kaum militan.”

SANA mengutip keterangan sumber militer bahwa SAA juga telah membebaskan sejumlah desa, termasuk al-Taihah, “setelah menumpas sejumlah besar teroris dan menghancurkan senjata dan perlengkapan perang mereka.”

Kelompok teroris Hayat Tahrir Sham alias Jabhat al-Nusra menolak kesepakatan dengan pemerintah Suriah dan memilih untuk terus melawan SAA di Tal al-Harah yang mendapat serangan udara sengit dari Suriah dan Rusia. Lebih dari 30 teroris Al-Nusra tewas akibat gempuran yang terjadi sejak Ahad lalu hingga kemudian SAA berhasil menguasai kawasan ini pada Senin kemarin.

Setelah menguasai sebagian besar wilayah Daraa, SAA sejak Ahad pagi lalu melancarkan serangan udara sengit ke posisi-posisi pasukan pemberontak di provinsi Quneitra yang sebagian besarnya dikuasai kawanan bersenjata dan berbatasan dengan zona gencatan senjata Suriah-Israel di Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.

Para pengamat menilai operasi militer SAA sangat berat di provinsi Quneitra karena kawasan ini berdekatan dengan Israel. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*