saa-di-aleppoAleppo, LiputanIslam.com –   Gerak maju tentara pemerintah Suriah, Pasukan Arab Suriah (SAA), masih tak terbendung oleh kawanan bersenjata di Aleppo timur. SAA kembali mencetak kemenangan dengan merebut satu lagi kawasan permukiman yang membuat mereka sekarang berhasil menguasai dua pertiga wilayah Aleppo timur.

Observatorium Suriah untuk HAM mengatakan SAA berhasil menguasai lingkungan Qadi Askar beberapa jam setelah menguasai penuh lingkungan Karam al-Maisar, Karam al-Qatirji, dan Karam al-Tihan yang bersebelahan dengan Qadi Askar.

“Pasukan pemerintah, Senin, bertempur di lingkungan al-Shiar sebagai persiapan untuk menguasainya. Mereka kini telah mengepungnya dari tiga arah setelah membuka satu jalur bagi militan oposisi untuk keluar darinya menuju kawasan selatan,” ungkap Rami Abdulrahman, direktur pelaksana lembaga yang bermarkas di London tersebut, Senin (5/12/2016) kepada AFP.

Dia menambahkan, “Dua pertiga kawasan timur sudah dikuasai oleh pasukan pemerintah setelah mereka menguasai penuh lingkungan al-Shiar, sementara para kombatan oposisi menjadi terkepung di front kecil yang merupakan sepertiga kawasan timur.”

Menurutnya, SAA melancarkan “perang atrisi” dengan membuka lebih dari satu front pertempuran di waktu yang sama.

“Di lingkungan al-Shiar, misalnya,  perang terjadi bersamaan dengan berlanjutnya pertempuran di lingkungan Sheikh Said dan Sheikh Lutfi di bagian selatan Aleppo timur, dan bersamaan pula dengan serangan dari kawasan Aleppo barat ke lingkungan Bustan al-Qasr dan Salahuddin,” jelasnya.

Lembaga ini juga menyebutkan bahwa perang kota di Aleppo timur telah membuat lebih dari 50,000 penduduk menyingkir ke kawasan lain, terutama ke wilayah yang dikuasai SAA. Proses ini berlanjut, dan tercatat sebanyak ratusan keluarga juga telah kabur, Senin.

Lembaga ini juga mencatat sebanyak 324 orang tewas, 44 di antaranya anak kecil, di Aleppo timur, dan 73 lainnya, 29 di antaranya anak kecil, juga terbunuh dari Aleppo barat.

Penduduk yang masih tersisa di Aleppo timur hidup dalam kondisi tercekam bersamaan dengan mulai menjalarnya suhu musim dingin. Malam hari mereka memadamkan lampu rumah dan tidak menghidupkan pembangkit listrik karena kuatir menjadi target serangan udara. Bersamaan dengan semakin berkobarnya perang, mereka menghabiskan waktu malamnya dengan bersembunyi di dalam ruangan bawah tanah.

SAA dan sekutunya mulai menggelar operasi militer besar-besaran sejak 15 November lalu untuk menguasai seluruh kota Aleppo. Dalam 10 hari terakhir ini mereka berhasil menguasai penuh bagian utara Aleppo timur serta kawasan-kawasan permukiman sekitarnya yang semula dikuasai oleh kawanan bersenjata. (mm/raialyoum/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL