rusuh sepak bola mesirKairo, LiputanIslam.com – Puluhan orang tewas di Mesir akibat bentrokan suporter sepak bola dengan polisi di stadion Pertahanan Udara di pinggiran Kairo, ibu kota Mesir, Minggu (8/2/2015).

Menurut situs berita al-Jazeera, jumlah korban belakangan terus membengkak dan mencapai 30 orang.

Berbagai media Mesir mengutip keterangan kantor kejaksaan negara ini melaporkan bahwa usai kerusuhan sebanyak 22 jenazah telah dievakuasi ke rumah sakit.

Sebelumnya, Departemen Kesehatan Mesir hanya menyebutkan korban tewas tiga orang dan korban luka 20 orang.

Kerusuhan bermula ketika para suporter yang tidak memegang tiket berusaha meringsek masuk ke dalam Stadion Pertahanan Udara untuk menyaksikan tim kesayangannya dalam pertandingan antara klub Zamalek dan Enppi.

Massa marah dan berusaha memaksa masuk ke dalam stadiun karena Kementerian Dalam Negeri membatasi jumlah penonton hanya 10 ribu orang sehingga tiket segera ludes terjual dan ada ratusan suporter tidak kebagian tiket.

Banyak korban tewas akibat berdesakan dan terinjak ketika polisi berusaha membubarkan massa dengan tembakan gas air mata.
Menurut pihak berwenang, massa melempari polisi dengan bom-bom molotov, sementara para saksi mata mengatakan bahwa suporter klub Zamalek telah membakar mobil polisi ketika polisi berusaha membubarkan mereka.

Kementerian Dalam Negeri Mesir dalam konferensi pers menyatakan bahwa massa yang marah juga berusaha mencegah kedatangan bis yang membawa tim Zamalek sehingga aparat berusaha membubarkan mereka.

Associated Press menyebutkan bahwa ini merupakan kerusuhan dunia olah raga yang paling mematikan di Mesir sejak kerusuhan serupa pada tahun 2012 yang juga menewaskan puluhan orang. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL