Moskow, LiputanIslam.com –  Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, Sabtu (6/10/2018),  menyatakan bahwa kesepakatan yang diteken Negeri Beruang Merah ini dengan Turki mengenai Idlib bertujuan membersihkan kota di Suriah ini dari teroris.

Lavrov menjelaskan bahwa kesepakatan ini merupakan langkah bertahap yang mengharuskan kelompok-kelompok bersenjata, terutama Jabhat al-Nusra, angkat kaki dari zona de-eskalasi.

Senada dengan ini, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Mikhail Bogdanov memastikan perjanjian itu bertujuan memusnahkan semua sarang teroris dan menghabisi kawanan yang enggan meletakkan senjata.

Dia juga mengatakan, “Langkah-langkah yang telah diambil untuk pembentukan zona de-eskalasi dan zona demiliterisasi di Idlib, telah sukses besar dalam hal pencegahan banyak korban manusia, baik di pihak warga sipil dan prajurit Suriah, bahkan anggota oposisi bersenjata, “kata Bogdanov di sela-sela forum Dialog Peradaban, yang diadakan di pulau Rhodes Yunani.

Bogdanov yang juga menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Rusia Vladimir Putin untuk Timteng mengatakan, “Kami terus berkomunikasi dan bekerjasama dengan para mitra Turki sesuai kesepakatan 17 September. Kami perlu penjelasan secara detail dari pasukan kami, yang berkomunikasi intensif dengan Ankara. Saya kira proses terus berjalan. Biarlah kami berharap segala sesuatu yang telah disepakati dalam perundingan Sochi akan diterapkan.”

Dia menambahkan bahwa perjanjian Idlib bersifat sementara namun tujuannya ialah “menghabisi sarang teroris di Suriah secara umum, terutama kawasan Idlib, dan memulihkan kedaulatan negara Suriah.”

Mengomentari pernyataan Menlu Suriah Walid Moallem bahwa para ekstrimis yang menolak meletakkan senjata di Idlib paling lambat pertengahan Desember mendatang harus dibasmi, Bogdanov menegaskan, “Tentu, para teroris yang tidak meletakkan senjata, dan mereka yang masih melanjutkan serangannya, harus ditangkap, ataupun dibasmi, sebagaimana disebutkan secara gamblang oleh pihak Rusia dan sebagian mitra kami lainnya, termasuk pemerintahan yang sah di Damaskus.” (mm/alalam/sputnik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*