Moskow, LiputanIslam.com – Kemlu Rusia mengungkap data-data intelijen mengenai penjualan senjata yang dilakukan secara langsung oleh sekelompok tentara Amerika Serikat (AS) di Afghanistan kepada sekawanan teroris takfiri ISIS.

Kemlu Rusia dalam statemennya tentang ini memandang negara-negara Barat pimpinan AS sengaja berusaha menutupi aibnya di Afghanistan dengan cara menuding Moskow memberikan dukungan dana dan senjata kepada kelompok radikal Taliban.

TV Fox News yang berbasis di AS belum lama ini membuat laporan yang menyudutkan Rusia bahwa berdasarkan keterangan sumber-sumber Afghanistan, dua helikopter tak dikenal telah mendarat di sebuah kawasan perbatasan Afghanistan-Tajikistan, dan di situ terdapat para penasehat militer Rusia dan sejumlah besar senjata dan bantuan dana.

Menanggapi laporan ini, Kemlu Rusia dalam statemen yang dimuat di laman resminya menegaskan bahwa apa yang terjadi justru sebaliknya.

“Berdasarkan informasi yang ada, tiga tentara AS telah ditangkap ketika membawa banyak senjata di kawasan pegunungan di wilayah Sar Pal,dan di daerah ini pula tertangkap beberapa teroris ISIS yang membawa uang dalam jumlah besar yang hendak mereka gunakan untuk membeli senjata itu dari tentara AS,” bunyi statemen itu.

Kemlu Rusia menambahkan bahwa satu kasus aneh juga terjadi, yaitu pembebasan anak seorang pemimpin kelompok teroris Gerakan Islam Uzbekistan dari penjara Begram yang dikelola AS. Anak itu kemudian pergi ke Afghanistan utara dan menjadi pemimpin sebuah kelompok yang berafiliasi dengan ISIS.

Di bagian akhir statemen itu disebutkan bahwa banyak kasus dukungan AS dan Barat kepada para teroris di Afghanistan, namun mereka berusaha menutupi aib yang terjadi berulang-ulang selama 15 tahun terakhir ini dengan cara menuduh Rusia.

Beberapa waktu lalu Mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai  menyebut ISIS sebagai kelompok teroris buatan AS.

“DAESH (ISIS) adalah produk AS… DAESH – yang jelas-jelas asing- muncul pada tahun 2015 selama kehadiran AS, ” katanya dalam wawancara eksklusif  di Kabul, ibu kota Afghanistan, dengan channel Fox News yang dipublikasikan pada 4 Mei lalu.

Karzai yang menjabat sebagai presiden Afghanistan sejak Desember 2004 hingga 2014 mengaku rutin menerima laporan-laporan mengenai adanya helikopter-helikopter tak bertanda yang telah menjatuhkan suplai kepada kelompok teroris di kawasan perbatasan antara Pakistan dan Afghanistan. (mm/irna/foxnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL