sergei-rudskoi-rusia

Letjen Sergei Rudskoi

Moskow, LiputanIslam.com – Kemhan Rusia mengumumkan bahwa gencatan senjata akan diberlakukan selama delapan jam di Aleppo pada Kamis mendatang (20/10/2016).

“Kami menyadari bahwa koordinasi semua persoalan (mengenai pemberlakuan kembali gencatan senjata di Aleppo) bisa jadi memerlukan waktu lama. Karena itu kami mengambil keputusan untuk tidak membuang-buang waktu dan untuk memperkenalkan ‘jeda kemanusiaan’, terutama untuk lintasan warga sipil secara bebas, evakuasi warga yang sakit dan terluka, serta keluarnya kawanan bersenjata,” kata petinggi militer Rusia Letjen Sergei Rudskoi pada konferensi pers, Senin (17/10/2016).

Dia menambahkan bahwa dalam gencatan senjata itu jet-jet tempur Rusia dan Suriah akan menghentikan serangan dari pukul 08.00 sampai dengan 16.00 waktu setempat.

“Selama jeda waktu ini angkatan udara Rusia dan pasukan pemerintah Suriah akan menghentikan serangan udara dan tembakan senjata jenis lainnya,” ujarnya.

PBB menyambut baik gencatan senjata ini, namun menilainya belum cukup untuk memberikan bantuan kemanusiaan.

“Kami akan menyambut setiap jeda dalam pertempuran itu, tapi perlu jeda lebih lama untuk mendapatkan bantuan,” kata juru bicara PBB Stephane Dujarric.

Di hari yang sama, Uni Eropa (UE) mengutuk keras serangan udara Rusia di Suriah, dan menyebutnya berpotensi terjerumus pada kejahatan perang.  UE bahkan bersumpah untuk meningkatkan sanksi terhadap pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Tak kurang dari 28 menteri luar negeri UE berusaha menunjukkan kemarahan mereka terhadap serangan Rusia yang, menurut mereka, telah menewaskan ratusan orang, termasuk puluhan anak kecil, sejak berakhirnya gencatan senjata yang ditengahi oleh Rusia dan AS.

“Sejak awal serangan rezim ini dan sekutunya, terutama Rusia, intensitas dan skala pemboman udara dari Aleppo timur jelas tidak proporsional,” bunyi statemen UE.

Sebanyak 275,000 orang diduga terjebak di Aleppo timur.

UE menyatakan bahwa kejahatan di Suriah harus perkarakan di Pengadilan Pidana Internasional, meskipun tidak jelas bagaimana dan kapan.

Rudskoi mengatakan bahwa inisiatif gencatan senjata itu datang manakala Rusia, PBB dan “negara-negara berpengaruh” terus bekerja pada rencana pengeluaran kelompok Jabhat Fateh al-Sham (semula bernama Jabhat Al-Nusra, cabang Al-Qaeda di Suriah) dari Aleppo. (mm/rt/dpa/afp)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL