Moskow, LiputanIslam.com –  Kemlu Rusia bereaksi keras terhadap ancaman Amerika Serikat (AS) untuk menyerang Suriah yang notabene sekutu Negeri Beruang Merah.

“Pernyataan tak bertanggungjawab sedemikian rupa dari Dubes AS (untuk PBB, Nikki Haley) menyebabkan kekecewaan dan keprihatinan yang sangat,” ungkap Kemlu Rusia dalam sebuah statemennya, Selasa (13/3/2018).

Menlu Rusia Sergey Lavrov menegaskan negaranya akan memberikan reaksi yang diperlukan jika AS menyerang pemerintah Suriah.

Sebelumnya, bersamaan dengan keberhasilan tentara Suriah memberikan tekanan hebat terhadap kawanan bersenjata di Ghouta Timur, Dubes AS untuk PBB Nikki Haley melontarkan ancaman bahwa AS berkemungkinan menempuh tindakan militer secara sepihak di Suriah sebagaimana serangan rudal yang pernah dilakukannya pada tahun lalu.

Lavrov menyebut AS dan sekutunya gagal mengendalikan proksinya yang bercokol di Ghouta Timur.

 

“Mitra Barat kami, yang tidak menyembunyikan kontak dekat yang mereka miliki dengan kelompok militan di Ghouta Timur, telah gagal dalam komitmen mereka berdasarkan Resolusi 2401 DK PBB untuk mempengaruhi anak didik mereka, mengendalikannya, dan membuat mereka berhenti menembaki daerah pemukiman (di Damaskus). Rekan-rekan Barat kami yang dipimpin oleh AS telah gagal melakukan itu, “kecam Lavrov.

Dia mengingatkan bahwa serangan AS ke Suriah berpotensi mencelakakan para penasehat Rusia yang bertugas di Suriah, termasuk di pusat Rusia untuk Rekonsiliasi Suriah di Damaskus dan di beberapa posisi  Kemhan Suriah.

“Dalam kondisi demikian maka akan diambil langkah-langkah reaktif yang diperlukan,” ujarnya.

Menlu Rusia juga menyayangkan adanya laporan-laporan mengenai penggunaan senjata kimia oleh pemerintah Suriah sebagai pembenaran atas keinginan AS untuk menyerang Suriah. (mm/ rayalyoum/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*