Moskow, LiputanIslam.com –  Tentara Rusia mengaku telah menemukan sebuah gudang dan laboratorium milik kawanan bersenjata untuk membuat senjata kimia di kota Douma, Ghouta Timur, provinsi Damaskus.

“Zat yang ditemukan, seperti thiodiglycol dan diethanolamine, diperlukan untuk produksi gas mustard sulfur dan nitrogen. Selain itu, silinder dengan klorin, mirip dengan yang digunakan oleh militan untuk menyiapkan cerita palsu yang tersebar luas, ditemukan di gudang itu,” ungkap pakar pertahanan kimia Rusia, Alexander Rodionov, Selasa (17/4/2018).

Dia menambahkan, “Dapat disimpulkan bahwa laboratorium ini digunakan oleh kelompok-kelompok bersenjata ilegal untuk memproduksi zat beracun.”

Ketegangan di Suriah meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir setelah beberapa media, mengutip klaim militan Suriah, menyalahkan Damaskus dan melaporkannya telah menggunakan senjata kimia di kota Douma di pinggiran Damaskus pada 7 April. Kemlu Suriah membantah klaim itu dan mengatakan bahwa penggunaan senjata kimia di Ghouta Timur bisa jadi justru direncanakan oleh kelompok teroris itu sendiri.

Amerika Serikat, Inggris dan Perancis Sabtu lalu meluncurkan 103 rudal di beberapa sasaran di Suriah sebelum ada penyelidikan mengenai kasus ini oleh para ahli dari Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia (OPCW). Serangan itu telah dikecam oleh sejumlah negara, termasuk Rusia dan Iran.

Dubes Rusia untuk PBB Vasily Nebenzya, Selasa, menilai upaya tiga negara penyerang Suriah itu di PBB untuk memulai penyelidikan baru senjata kimia di Suriah dan menghidupkan kembali perundingan damai sebagai upaya yang dilakukan “bukan pada waktunya”, dan karena itu Rusia menyatakan tidak siap berdialog dengan Barat mengenai Suriah pasca serangan rudal tersebut. (mm/sputnik/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL