Moskow, LiputanIslam.com –  Pemerintah Rusia merilis pernyataan resmi mengejutkan mengenai status kota suci Baitul Maqdis (Yerussalem) yang hendak dijadikan oleh Israel sebagai ibu kota negara Zionis ilegal ini.

Negeri Beruang Merah ini menegaskan bahwa bagian barat kota ini adalah ibu kota Israel, sedangkan bagian timurnya yang menjadi tempat-tempat suci umat Islam, Kristen dan Yahudi adalah ibu kota Palestina.

“Kami menegaskan kembali komitmen kami kepada prinsip-prinsip PBB yang telah disetujui untuk penyelesaian Palestina-Israel, yang meliputi status Yerusalem Timur sebagai ibukota negara Palestina di masa depan. Pada saat yang sama, kami harus menyatakan bahwa dalam konteks ini kami melihat Yerusalem Barat sebagai ibukota Israel, ” ungkap Kemlu Rusia dalam statemennya yang dirilis di Moskow, Kamis (6/4/2017).

Menurut surat kabar Israel Arutz Shiva, pernyataan Moskow ini merupakan pergeseran besar dalam kebijakan Rusia; Moskow semula menyerukan supaya Yerusalem  dikuasai oleh rezim internasional, tapi sekarang mengakui klaim Otoritas Palestina untuk bagian timur kota ini, padahal di situ terdapat banyak “situs tersuci Yahudi”, termasuk Temple Mount.

Banyak negara menolak untuk memindah kedubesnya dari Tel Aviv ke Baitul Maqdis meskipun Israel telah menguasai bagian barat kota ini sejak perang 1948. Presiden AS Donald Trump mengaku sedang mempertimbangkan memindahkan kedubes AS ke Yerusalem, tapi belum membuat keputusan final.

Para pejabat Israel menolak untuk mengomentari pernyataan Rusia yang mengejutkan tersebut.

“Kami sedang mempelajari masalah ini,” kata juru bicara Kemlu Israel Emmanuel Nahshon. (mm/arutzshiva/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL