tentara rusiaLondon, LiputanIslam.com – Presiden Rusia Vladimir Putin sedang mempersiapkan pengiriman 150,000 pasukan ke Suriah untuk menyapu kawanan teroris Negara Islam Irak dan Suriah (IS/ISIS)dan menguasai kota Raqqah, Suriah, yang dijadikan ISIS sebagai markas dan ibu kota wilayah kekuasaan mereka. Demikian dilaporkan beberapa media Inggris, termasuk Express, Defence dan Daily Star, dan dikutip IRNA, Minggu (10/9).

“Sudah jelas bahwa Rusia yang bermaksud menyapu total bagian barat Suriah serta menguasai Raqqah dan semua kawasan minyak dan gas di sekitarnya,” ungkap sebuah sumber.

Hal ini mengemuka sehari setelah jet-jet tempur Suriah dalam kelanjutan operasi udaranya telah menyasak tak kurang dari sembilan markas ISIS, sementara seorang petinggi militer Rusia berjanji pihaknya akan terus melancarkan tekanan dan serangan udara terhadap ISIS.

“Kami tidak hanya melanjutkan serangan kami, melainkan juga meningkatkan kedahsyatannya,” ungkapnya. \

Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia menyatakan jet tempur Sukhoi-35, Sukhoi-25 dan Sukhoi-24M selama satu hari sebelumnya telah melancarkan 20 operasi serangan yang telah menyebabkan 10 target ISIS luluh lantak.

Para pilot Rusia menggempur target-targetnya dengan memanfaatkan pencitraan satelit serta laporan-laporan intelijen untuk dapat mengidentifikasi dan membombardir sasaran secara akurat. Mereka kemudian mendokumentasikan sasaran-sasarannya yang hancur dan melaporkan kondisi di lokasi sekitar sasaran.

Kemhan Rusia menyebutkan target-target yang hancur antara lain kamp pelatihan, bungker, tempat produksi bahan peledak dan pembuatan bom sabuk, arsenal, dan pusat-pusat logistik ISIS.

Zahran Alloush Tewas

Pemimpin kelompok teroris Jaish al-Islam dukungan Arab Saudi bernama Zahran Alloush dilaporkan terbunuh bersama beberapa teroris lainnya akibat serangan udara Rusia terhadap sebuah bungker. Dia terbunuh ketika sedang berunding dengan para komandan ISIS di sebuah bungker beton tersebut.

Sabtu lalu di hari ketiga serangan Rusia terhadap kawanan teroris di Suriah Alloush bersumpah akan membalas Rusia.
New York Times Kamis lalu menuliskan, “Kelompok Jaish Islam yang didukung Arab Saudi menyatakan perang terhadap Rusia karena Moskow menyokong presiden Suriah Bashar al-Assad. “

Kabur Dari Raqqah

Koran al-Akhbar terbitan Lebanon mengutip keterangan sumber-sumber lokal kota Raqqah menyebutkan banyak anggota ISIS memilih keluar dari kota ini karena takut terjadi hujan bom. Akibatnya, jumlah mobil patroli ISIS di kota ini menjadi banyak berkurang.

Disebutkan pula bahwa badai serangan udara Rusia terhadap pangkalan-pangkalan militer, stasiun-stasiun pengisian bahan bakar militer dan bandara al-Tabaqah membuat ISIS terpaksa melarikan anggota keluarganya dari Raqqah menuju Mosul di bagian utara Irak.

Sebelum itu pihak militer Rusia juga menyatakan kawanan bersenjata kocar-kacir meninggalkan kawasan-kawasan kekuasaan mereka. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL