Moskow, LiputanIslam.com – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyatakan bahwa eksistensi militer Amerika Serikat (AS) di kawasan al-Tanf, Suriah, menciptakan keadaan yang kondusif bagi aktivitas kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di sana.

“Misi penumpasan teroris di wilayah Suriah menjadi makin sulit akibat keberadaan militer AS  secara ilegal dan tanpa alasan di kawasan al-Tanf,” ungkap Zakharova, Kamis (5/7/2018).

Dia menyebutkan bahwa kawasan itu faktanya sudah menjadi tempat berlindung kawanan teroris ISIS yang tersisa, dan AS tidak memperkenankan pasukan pemerintah Suriah memasuki kawasan yang luas tersebut.

Sementara itu, Pasukan Arab Suriah (SAA) memulai operasi militer di wilayah perbatasan negara ini dengan Yordania dan mengembangkan  kekuasaannya atas sembilan pos perbatasan wilayah administrasi kota Daraa, dari titik 71 hingga 79 yang terletak di sejumlah desa dan daerah.

Sebelumnya, tentara Suriah telah membebaskan secara total distrik Saida, provinsi Daraa, Suriah barat daya, dan terus melanjutkan operasi militer dan gerak majunya.  SAA dan sekutunya juga membebaskan daerah Tal al-Saadah di timur laut distrik Tafas di bagian utara provinsi Daraa yang kini dikepung SAA. (mm/rayalyoum/alalam)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*