Moskow, LiputanIslam.com – Rusia menilai Rezim Zionis Israel bertanggungjawab atas eskalasi terbaru di Jalur Gaza setelah Israel melancarkan operasi militer di wilayah ini pada Ahad malam (11/11/2018).

Kemlu Rusia dalam statemennya yang dirilis Senin (12/11/2018) menyebut operasi militer Israel di Gaza sebagai provokasi, dan Rusia “sangat prihatin” atas eskalasi ketegangan antara Jalur Gaza dan Israel serta menyerukan kepada kedua pihak agar segera menerapkan gencatan senjata.

“Kami menyerukan kepada Palestina dan Israel segera kembali kepada gencatan senjata permanen, menahan diri, dan menempuh langkah-langkah untuk menghindari akibat-akibat yang tak terprediksi,” imbau Kemlu Rusia.

“Sebagaimana dilaporkan media, pada tanggal 11 November sedikitnya 7 orang Palestina terbunuh serta satu perwira Israel dan satu lainnya terluka dalam kontak senjata antara orang Palestina dan orang Israel akibat serbuan pasukan khusus Israel ke wilayah Palestina, dan selanjutnya terjadi penembakan 17 misil ke Israel, dan hampir 40 sasaran di Gaza terkena serangan udara Israel,” lanjutnya.

Kemlu Rusia menambahkan bahwa pasukan Israel mengerahkan pasukan tambahan ke perbatasan Jalur Gaza, dan Moskow mengingatkan bahwa kondisi ini dapat menjurus pada konflik militer berskala luas dan runtuhnya kondisi kemanusiaan di Gaza.

Sementara itu, Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Senin, menghubungi berbagai negara regional dan dunia dan meminta mereka turun tangan menghentikan agresi Israel yang berkelanjutan terhadap Jalur Gaza.

Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) mengutuk serangan Israel ke Jalur Gaza. Ketua Dewan Eksekutif PLO Saeb Erekat menyebut Israel “bertanggungjawab penuh atas kontinyuitas agresinya.”

Dalam siaran persnya dia meminta dukungan internasional kepada bangsa Palestina untuk mencegah “terulangnya genosida Israel.” (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*